Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sehat. Tampilkan semua postingan

Sedia Salep Zambuk Ke Mana Saja untuk Atasi Gigitan Serangga


Gigitan serangga seperti nyamuk mungkin dianggap hal yang spele, toh nanti hilang dengan sendirinya. Namun, ini menjadi masalah bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Akibat dari gigitan nyamuk itu tidak hanya menimbulkan rasa gatal saja, tapi ada bekas hitam yang membekas di kulit sehingga tidak enak dipandang.

Seperti halnya suamiku yang memiliki kulit sensitif. Ketika digigit serangga, bekas dari gigitan tersebut menimbulkan bercak gelap, mirip seperti lebam-lebam kecil. Apalagi bekas gigitan nyamuk itu banyak. Sehingga kulitnya yang mula mulus, jadinya dipenuhi dengan lebam-lebam kecil akibat gigitan serangga yang bernama nyamuk itu.

Dia sering merasa kesal saat duduk di warung kopi yang suasananya gelap dan banyak nyamuknya. Atau saat kami traveling di alam bebas, dia sibuk menggaruk-garuk tubuh bila digigit nyamuk. Terlebih ketika dia lupa menggunakan lotion anti nyamuk. Akibatnya kulitnya dipenuhi bentolan gigitan nyamuk.

Moment saat aku traveling ke Aceh Jaya dengan suami

Biasanya kalau sudah begini, aku melarangnya untuk menggaruk bekas gigitan nyamuk itu. Walau kadang ia kesal sambil meringis karena rasa gatal yang tak bisa tertahankan. Kemudian aku mengoleskan minyak kayu putih ke bekas gigitan nyamuk itu untuk meredakan rasa gatal. Namun, bekas gigitannya tetap ada yang mulanya merah, kemudian lama kelamaan mengering menjadi bintik-bintik hitam.

Aku sempat kebingungan bagaimana mengatasi bekas gigitan serangga yang menghitam itu. Pasalnya dia selalu mengeluh padaku ketika digigit nyamuk, dan kadang gara-gara nyamuk itu membuat suasana perjalanan kami ketika traveling terganggu.


Hingga akhirnya aku berselancar di dunia maya mencari informasi cream yang bisa menghilangkan rasa gatal saat digigit nyamuk dan bekas hitam gigitan tersebut. Dari pencarian tersebut, jumpalah salep hijau yang bernama Zambuk. Aku segera ke apotik membeli salep tersebut. Rupanya harganya lumayan murah, hanya Rp15.000 untuk ukuran yang paling kecil, yaitu 8 gram.


Di dalam kotak salep tersebut terdapat selembar kertas yang menjelakan informasi produk ini. Salah satunya, yaitu kandungan dari salep ini yang terdiri atas Eucalyptus Oil (minyak kapur barus) BP 5.02% w/w, Camphor BP 1.76% w/w, Thyme Oil (minyak Thyme) BP 0.50% w/w, dan Colophony BP 2.51% w/w.

Semua kandungan tersebut, rupanya bermanfaat sebagai obat oles dalam meredakan gatal karena gigitan nyamuk, memar serta nyeri karena luka ringan.

Isi salepnya bewarna hijau yang dilapisi dengan tulisan Zambuk. Cara menggunakannya sangat mudah, seperti obat oles pada umumnya. Cukup oleskan dengan lembut pada tempat yang terkena gigitan nyamuk. Bila perlu, tutup luka tersebut dengan kasa steril.



Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa salep ini tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah dua tahun. Sedangkan pemakaian pada anak-anak usia di bawah 12 tahun harus dengan pengawasan orang tua. Hentikan pemakaian obat dan konsultasikan kepada dokter jika terjadi reaksi radang.

Sebelum menggunakan salep ini, periksa dulu masa kadaluarsa obatnya. Jangan digunakan setelah tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan kotak Zambuk.

Setelah memastikan semuannya aman, maka aku mencoba mengoleskannya ke tangan suamiku yang kena gigitan serangga. Begitu juga dengan bekas gigitan nyamuk yang sudah menghitam itu. Dan ternyata, hasilnya lumayan mengembirakan.


Obat yang diproduksi oleh PT Bayer Indonesia ini, sepertinya bisa menjadi solusi untuk mengatasi gigitan serangga bagi suamiku. Begitu juga dengan aku yang bisa menggunakan obat ini untuk mencegah bekas hitam akibat gigitan serangga. Namun, selep ini belum bisa digunakan untuk anakku, Cahya. Sebab, usianya masih di bawah dua tahun. Cukup Nyanyak dan Abahnya saja menggunakan salep Zambuk.

Jadi sekarang, ke mana pun suamiku pergi dan begitu juga aku, selalu sedia salep Zambuk di dalam tas. Ukuran salepnya yang kecil sangat mudah dibawa-bawa, jadi bisa diselipkan ke dalam saku celana atau baju.

Bahkan saat ke acara undangan pernikahan pun tetap kubawa salep Zambuk ini, kalau-kalau nanti digigit nyamuk atau serangga, bisa langsung dioleskap salep Zambuknya. Supaya nanti tidak muncul bekas hitam akibat gigitan serangga.

Saat di acara pesta pernikahan keponakan teman kantor suami



Gagal Paham Seputar Menstruasi yang Harus Diluruskan



Halo para perempuan. Masih ingat tidak, bagaimana perasaan kamu saat pertama sekali mendapatkan mentruasi pertama? Kepada siapa tempatmu mengadu dan bagaimana reaskimu setelah itu?

Halo para laki-laki. Apakah kamu pernah mempermalukan teman perempuanmu saat rok sekolahnya terlihat bercak darah, lantas menjadi bahan tertawaan teman-teman sekelas?

Halo para ibu. Pernahkah ibu bertanya kepada anak perempuannya perubahan tubuh yang terjadi saat anak memasuki usia remaja? Apa ibu menjadi tempat bertanya tentang perubahan yang terjadi padanya termasuk saat menstruasi?

Halo para ayah. Di mana peran ayah ketika anak perempuannya tidak mau pergi ke sekolah lantaran malu dengan kondisi tubuhnya yang banyak mengeluarkan darah?

Kamu bisa menjawab pertanyaan di atas sesuai dengan posisimu saat ini. Dulu di awal masa remajaku, pembicaraan seputar mentruasi begitu ditutupi-tutupi sehingga banyak yang gagal paham mengenai hal ini.

Aku malu membicarakannya dengan ibu karena hal seperti ini dianggap tabu. Jadinya, topik ini dibicarakan antar sesama teman saja. Sayangnya, pemahaman temanku juga sama denganku, sehingga sulit mendapatkan informasi yang sebenarnya.




Di antaranya, seperti tidak boleh menggunakan sabun saat menstruasi, tidak boleh meminum air es, tidak boleh banyak gerak, tidak boleh dekat-dekat dengan laki-laki, dan banyak pemahaman keliru lainnya yang menjadi pembicaraan di kalangan remaja saat itu.

Sedangkan bagi anak laki-laki remaja, mereka menganggap aneh melihat teman perempuannya mengeluarkan darah. Bahkan ada yang meperolok-olok teman perempuannya ketika melihat bercak merah yang menempel di rok atau celana temannya itu.

Aku merasa ngeri saat salah seorang temanku disoraki karena ada bercak darah menempel di roknya. Saat itu, aku masih sekolah dasar. Jadi, pemahaman tentang menstruasi masih awam, begitu pula dengan teman-teman sebayaku. Kami tidak paham tentang itu, sehingga muncul ketakutan bagi setiap anak perempuan saat menjelang menstruasi.

Fakta Seputar Menstruasi


Kamis, 27 Mei 2021 aku mengikut webinar yang disponsori oleh Betadine Indonesia. Webinar ini dibuat dalam rangka menperingati Hari Kebersihan Menstruasi, pada tanggal 28 Mei. Aku baru tahu bahwa ada peringatan tersebut karena sebelumnya tidak pernah mengetahui hal itu.

Studio di acara webinar Sehat dan Bersih saat Menstruasi


Dalam acara webinar itu, mereka mendatangkan narasumber yang membahas tema tentang Sehat dan Bersih saat Mentruasi. Di antaranya, yaitu Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K),MPH yang merupakan anggota pengurus besar Perkumpulan Obstretri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Kemudian seorang psikolog yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.

Sedangkan pemateri yang dari sektor lembaga pemerintahan disampaikan oleh dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid yang menjabat sebagai Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Dari penyampaian ketiga pemateri tersebut, diperlihatkan beberapa fakta tentang menstruasi yang dipahami oleh masyarakat kita.



Dari fakta tersebut terlihat jelas bahwa pemahaman masyarakat kita mengenai menstruasi sangat rendah, sehingga wajar yang banyak yang gagal paham seputar menstruasi. Oleh karena itu, mari simak penjelasan para narasumber dalam webinar ini.

Apa itu menstruasi?


Menurut pemaparan Prof. Dwiana, menstruasi merupakan kondisi yang normal terjadi pada seorang perempuan yang ditandai dengan keluarnya darah dari area kewanitaan selama beberapa hari (3-7 hari). Dalam satu periode, menstruasi terjadi setiap bulan atau setiap 28 atau 21-35 hari.

Darah yang keluar sebetulnya merupakan lapisan dalam rongga rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur. Namun, saat sel telur itu tidak dibuahi, maka ia akan luruh menjadi darah yang kemudian dinamai sebagai menstruasi.

Nah, selama masa mentruasi ini perlu menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Terutama pada area kewanitaan, agar bakteri tidak berkembang yang berpotensi sebagai sumber penyakit. Sebab, beberapa penyakit seperti, kanker serviks, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran reproduksi terjadi karena gagal paham tentang manajeman sehat dan bersih selama menstruasi.



Selama masa menstruasi, kamu harus menggunakan air yang bersih dan mengalir saat membersihkan area vagina. Kemudian perlu diingat cara membersihkannya dari arah depan ke belakang. Bila menggunakan cairan pembersih vagina, maka sedapat mungkin sesuai dengan ph normal vagina, yaitu 3,4 - 4,5.

Kamu juga harus memperhatikan kondisi pembalut. Jangan biarkan pembalaut becek dengan darah, bahkan hingga tembus mengenai celana. Gantilah pembalut secara berkala minimal 4 jam sekali atau jika darah yang keluar begitu banyak, gantilah sesering mungkin. 

Bila semenjak remaja diedukasi tentang hal ini, maka tidak ada kasus anak perempuan yang malu karena darah menstruasinya tebus ke rok atau celana. Jadi, bagi kamu yang mempunyai anak atau adik perempuan hendaknya menjelaskan tentang ini, agar tidak ada lagi anak perempuan yang dipermalukan seperti cerita temanku di atas.

Setelah mengganti pembalut, kamu juga wajib menyabun tangan. Begitu juga saat mandi bersihkan seluruh badan dengan sabun dan bilas menggunakan air mengalir. Jadi, pemahaman tentang tidak boleh menggunakan sabun selama mentruasi, itu salah besar ya. Namun, untuk area kewanitaan hendaknya menggunakan sabun yang sesuai dengan ph vagina.

Salah satu sabun yang bisa kamu gunakan untuk menjaga area kewanitaanmu tetap bersih dan sehat ialah produk dari Betadine Feminne Hygine. Tidak hanya menjaga kebersihan area wanita, sebun ini juga bisa mengatasi gejala infeksi di area keawanitaan, seperti keputihan, iritasi ringan, bau tidak sedap, dan gatal. Kamu bisa mendapatkannya dengan membeli di Shopee atau Tokopedia.



Selain itu, Betadine juga mempunyai rangkaian lengkap untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan. Sebab, produk ini sudah dipercaya di seluruh dunia lebih dari 50 tahun untuk mencegah dan mengobati infeksi. Jadi, tidak perlu diragukan lagi dengan kualitas produk ini. Bahkan untuk mengobati luka kecil, luka gores, sakit tenggorokan, dan untuk menghentikan masalah kecil agar tidak meningkat menjadi masalah besar, kita menggunakan produk betadine. Nnamun, tentunya sesuai dengan spesifikasi masalahnya.

Seperti halnya Betadine Feminine Care ini yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, mulai dari sehari-hari, menstruasi, dan juga infeksi area kewanitaan.



Nah, bagaimana? Sudah pahamkan tentang informasi seputar menstruasi ini. Jadi, jangan ada yang gagal paham lagi. Kamu juga wajib membagikan informasi ini kepada teman, anak, adik, atau saudara perempuanmu. Kalau kamu seorang laki-laki, bisa sampaikan kepada istri atau pacarmu agar semakin banyak yang teredukasi mengenai kesehatan dan kebersihan selama menstruasi.

Aplikasi Mobile JKN Percepat Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan


“Salam Rika, aku mau tanya tentang persyaratan apa saja yang harus dibawa saat pemindahan faskes?” ujarku melalui pesan WhatsApp kepada temanku yang bekerja di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Untuk pemindahan faskes sekarang bisa lewat aplikasi Yel, nggak perlu ke kantor lagi. Cukup dengan mendownload Aplikasi Mobile JKN saja,” balasnya melalui pesan tersebut.

“O, begitu ya sekarang. Baiklah, terima kasih informasinya,” ucapku.

“Sama-sama. Nanti kalau ada kendala kabari ya,” jawabnya.

Era Sebelum Hadirnya Apikasi Mobile JKN

Dulu di tahun 2019, aku memang pernah mengurus pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mulanya di salah satu Puskesmas Kota Banda Aceh, ke Puskesmas kampungku, Aceh Selatan. Sebab saat itu aku mau melahirkan anak pertama di kampung, jadi untuk mempermudah proses persalinan, FKTP juga harus dipindahkan ke Puskesmas yang ada di kampungku.

Dalam kondisi hamil besar, aku dan suami datang ke Kantor Pusat BPJS Kesehatan Aceh yang berada di Jl. Cut Nyak Dhien No. 403, Lamteumen, Kota Banda Aceh. Kami pun segera menuju loket pengambilan nomor antrian. Seorang satpam dengan ramah menanyakan tujuan kedatangan kami sebelum memberikan nomor antriannya.

“Aku mau melakukan pemindahan faskes Pak, karena rencananya aku akan melahirkan di kampung,” jelasku ke lelaki yang berseragam itu.

“Apa ibu sudah membawa semua persyaratannya?” ujar satpam tersebut sambil menunjukkan selembar kertas.

Aku dan suami saling tatap karena persyaratan yang tertulis dalam kertas tersebut, ada yang tidak kami miliki. Akhirnya kami pulang kembali dan mempersiapkan berkas sesuai persyaratan yang tertulis di kertas itu.

Dua hari berikutnya, aku dan suami datang lagi ke kantor BPJS Kesehatan dengan berkas lengkap sesuai persyaratan. Kami mengambil nomor antrian dan duduk menunggu giliran. Di antara petugas pelayanan kesehatan yang duduk melayani kliennya, ada satu wajah yang aku kenal.

Setelah memastikan papan namanya, tidak salah lagi kalau itu adalah teman kuliahku. Senyumnya merekah saat melihatku yang sedang duduk di bangku panjang ruang tunggu. Namun, dia tetap fokus melayani klien yang ada di depannya.

Giliranku pun tiba. Hanya saja aku mendapatkan petugas lain yang berada di samping temanku itu. Dengan ramah petugas tersebut menanyakan keperluanku. Setelah menjelaskan maksud kedatanganku sambil memberikan berkas persyaratannya, kartu BPJS yang kupunya beralih status menjadi FKTP di mana tempat aku melakukan persalinan nantinya.

Prosesnya tidak lama, sekitar 10 menit pemindahan FKTP selesai. Hanya saja aku baru bisa melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas yang kutuju, tertanggal mulai 1 Januari 2020. Tidak masalah menurutku karena prediksi kelahiran bayiku di awal Februari 2020.

“Terima kasih ibu, ada lagi yang bisa dibantu?” ujar petugas tersebut.

“Tidak, terima kasih,” jawabku.

Aku melirik petugas di sampingnya. “Udah selesai? Pergi dengan siapa?” ujar petugas yang juga teman kuliahku itu.

“Alhamdulillah, sudah. Aku pergi sama suami” kataku sambil menunjuk suamiku yang sedang menunggu di bangku panjang.

“O, ya. Hati-hati di jalan ya,” ucapnya seakan mekhawatirkan kondisiku yang sedang hamil besar.

Proses pemindahan FKTP di kantor BPJS memang tidak begitu lama, hanya saja kita harus ke kantornya saat melakukan pelayanan. Namun, dengan kondisi hamil besar sangat menyulitkan bagiku bila harus datang ke kantornya untuk mendapatkan pelayanan. Mungkin juga untuk ibu-ibu hamil lainnya, atau lansia yang ingin mendapatkan pelayanan.

Rupanya BPJS mengerti dengan kondisi pesertanya hingga setahun setalah itu, muncul inovasi #DigitalisasiBPJSKesehatan yang mempercepat pelayanan.

Ketika Mobile JKN Hadir

Setahun setelah itu, aku kembali ke Banda Aceh pascamelahirkan. Aku memang berasal dari Aceh Selatan, tapi berdomisili di Banda Aceh lantaran suamiku bekerja di sana. Namun, FKTP yang kupunya masih berstatus Puskesmas di kampung. Jadi, saat ingin mendapatkan pelayanan kesehatan aku harus kembali memindahkan FKTP di salah satu Puskesmas di Banda Aceh.

Mengingat kejadian tahun lalu, di mana aku harus datang dua kali ke Kantor BPJS Kesehatan karena persyaratan pengurusan FKTP tidak lengkap, jadi aku berinisiatif menghubungi temanku yang bekerja di sana terlebih dahulu. Rupanya tahun ini sudah ada Aplikasi Mobile JKN sehingga mempercepat pelayanan peserta BPJS Kesehatan.



Setelah mendapatkan pesan WA dari temanku yang bekerja di BPJS Kesehatan, aku mendowload Aplikasi Mobile JKN melalui playstore. Setelah terinstal, aku melakukan pendaftaran pengguna mobile di halaman registrasi.

Mulanya aku berpikir susah menggunakan aplikasi Mobile JKN dan butuh bantuan temanku, tapi setelah masuk ke aplikasi tersebut aku bisa beradaptasi dengan mudah. Bahkan aku hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk melakukan pemindahan FKTP, cukup dalam genggaman tanpa harus baranjak dari rumah.

Dalam proses registrasi tersebut, kita diminta untuk memasukkan nomor kartu BPJS, nomor KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, password, konfirmasi password, no HP, dan email untuk kode verifikasi. Kemudian aku mengklik tanda registrasi. 

Setelah proses registrasi berhasil, kartu Indonesia Sehatku muncul via mobile lengkap dengan email, alamat dan FKTP saat itu. Nah untuk pemindahan FKTP ini, kita bisa melakukan sesuai keinginan di mana tempat yang ingin kita tuju. Aku segera memindahkan FKTP ke salah satu Puskesmas yang ada di Banda Aceh karena aku ingin melalakukan pelayanan berobat gigi.
Tampilan dalam Aplikasi Mobile JKN

Selain itu, Aplikasi Mobile JKN ini menyediakan beberapa fitur, seperti fitur pendaftaran peserta. Fitur ini berguna untuk pendaftaran calon peserta dan dapat juga melakukan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Caranya dengan memasukkan nomor KTP, selanjutnya peserta akan mendapatkan email verifikasi sesuai yang terdaftar pada Aplikasi Mobile JKN. 

Selain itu, juga terdapat fitur lainnya yang dapat digunakan peserta melalui Aplikasi Mobile JKN, seperti dalam infografis berikut ini.



Untuk fitur jadwal tindakan operasi: menampilkan jadwal operasi peserta sesuai nama dalam Aplikasi Mobile JKN dan dapat mengetahui jadwal operasi di Rumah Sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, informasi jadwal operasi tersebut juga di update oleh Rumah Sakit.

Sedangkan fitur konsultasi dokter untuk memudahkan peserta melakukan komunikasi ke dokter di FKTP terdaftar. Jadi bila ada keluhan kesehatan, kita bisa langsung konsultasikan ke dokter yang menangani masalah kita. 

Fitur lainnya yang terdapat di Aplikasi Mobile JKN

Aplikasi Mobile JKN juga menyediakan informasi tenang kesehatan yang diupdate setiap hari. Mirip dengan portal berita, di aplikasi ini kita bisa mendapatkan berita terbaru melalui tentang pelayanan kesehatan secara cepat dan akurat.

Tampilan artikel dan berita pelayanan kesehatan di Aplikasi Mobile JKN

Era Digitalisasi

Seusai melakukan pemindahan FKTP, aku menunju ke Puskesmas sesuai FKTP yang tertera di Aplikasi Mobile JKN. Aku bermaskud untuk mendapatkan pelayanan berobat gigi karena tambalan gigiku sudah rusak.

Rupanya setelah diperiksa oleh dokter gigi, kerusakan gigiku cukup parah dan harus dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat II. Aku mendapat rujukan dari puskesmas tersebut untuk menuju sebuah Rumah Sakit yang ada di Banda Aceh.

Di sini aku tidak perlu melakukan pemindahan fasilitas kesehatan tingkat II melalui Aplikasi Mobile JKN. Sebab sudah secera otomatis dipindahkan semenjak dikeluarkan rujukan dari Puskesmas.

Sebelum pergi ke rumah sakit, aku khawatir karena nanti pasti akan menunggu lama. Sebab, pasti benyak yang mengantri pada saat registrasi untuk mendapatkan pelayanan yang dituju. Jadi, aku berinisiatif mencari cara agar bisa lebih cepat dalam proses registrasi.

Setelah berselancar di internet, ternyata Rumah Sakit yang kutuju membuka pendaftaran sistem online. Aku pun mendaftar via online melalui pesan Whats App sesuai format yang disediakan pelayanan tersebut.

Tidak lama kemudian, aku mendapatkan balasan dari pihak rumah sakit yang mengabarkan jadwal dan waktu kunjunganku. Aku pun pergi seseuia dengan jadwal tersebut dan ternyata prosesnya sangat cepat. Ketika aku sampai ke poliklinik gigi dan mengabarkan kedatanganku oleh petugas poliklinik, namaku langsung dipanggil.

Padahal banyak yang mengantri sebelum kedatanganku. Begitu juga di loket registrasi sesak dengan orang yang mengantri. Aku bersyukur dengan adanya kemajuan teknologi di gital semua proses pelayanan kesehatan berjalan cepat dan lancar.

Aku mencatat hanya sekitar 10 menit dari proses kedatangan dan pelayanan kesehatan lamanya waktu yang kuhabiskan di pelayanan tersebut. Silakan baca kisahnya di Pengalaman Daftar Online Berobat ke Rumah Sakit Petamedika.

Tidak hanya itu, ketika gigiku tidak bisa ditangani di fasilitas pelayanan tingkat II, aku dirujuk ke fasilitas pelayanan tingkat III. Di mana pusat rujukan semua pelayanan kesehatan di Aceh. Rumah Sakit ini sudah menerima pendaftaran online dari peserta BPJS Kesehatan sejak tahun 2017.

Seperti sebelumnya, saat surat rujukan di keluarkan dari fasilitas kesehatan tingkat II, aku sudah bisa mendaftar secara online ke fasilitas pelayanan tingkat III. Tidak perlu lagi mengubahnya melalui Aplikasi Mobile JKN karena sudah secara otomatis berubah sendiri.

Walaupun Rumah Sakit yang kutuju tersebut adalah pusat rujukan pelayanan kesehatan dari seluruh daerah Aceh, tapi aku bisa cepat mendapatkan pelayanan karena pendaftarannya dilakukan secara online. Awalnya aku mengira akan lama mengantri di meja registrasi. Namun, perkiraanku salah. Pelayanannya sangat cepat karena kita hanya menunjukkan barcode yang kita dapat dari registrasi online ke loket registrasi online. Tidak sampai lima menit, proses registrasi selesai dan kita bisa menuju ke polklinik untuk mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis.

Iseng, aku mencoba mencatat waktu yang kuhabiskan selama pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Rujukan ini. Mulai dari kedatangan hingga selesai pelayanan, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja.

Aku memperkirakan lima menit waktu yang dihabiskan untuk berjalan kaki dari gedung registrasi ke poliklinik gigi di Rumah Sakit tersebut. Sepuluh menitnya lagi waktu yang digunakan untuk mendapatkan pelayanan. Begitu mudah dan cepat bukan? Bahkan aku bisa kembali ke rumah sebelum bayiku terbangun dari tidurnya.

Bayangkan dulu sebelum adanya inovasi digitalisasi dalam pelayanan kesehatan, kita menghabiskan waktu seharian untuk mendapatkan satu pelayanan kesehatan. Namun, berkat adanya digitalisasi pelayanan kesehatan termasuk bagi peserta BPJS Kesehatan, pelayanan kesehatan jauh lebih cepat dan mudah.


Sering NYERI pada PAYUDARA? Ini SOLUSI untuk Mengatasinya!


Pernahkah kamu merasakan nyeri pada payudara, terasa seperti terbakar sampai menyebar pada bagian belakang? Lantas apa yang kamu pikirkan?

Stop! Jangan berfikiran itu gejala kanker payudara, karena itu akan memperparah kondisi nyeri pada payudara.


Aku juga pernah merasakan hal demikian, sakit pada bagian payudara padahal tidak ada perubahan bentuk kulit pada payudara, perubahan puting, adanya benjolan yang padat, dan keras, serta benjolan di aksila (ketiak) seperti yang dicirikan sebagai tanda kanker payudara.

Aku cukup khawatir, karena nyeri itu muncul saat kondisiku sedang mengalami stres karena sesuatu hal, ataupun ketika seminggu sebelum menstruasi.

Hal ini pula yang membuatku bertanya kepada salah seorang dokter onkologi (ahli kanker) dari rumah sakit ternama di Banda Aceh, saat diadakan seminar awan tentang kanker.

Dokter spesialis kanker yang beranama dr. Iskandar, SpB(K)Onk menjawab bahwa itu ialah mastalgia. Dan mastalgia ini bukanlah gejala kanker, karena jika nyeri muncul tanpa disertai dengan perubahan pada payudara bukan disebut kanker.

"Mastalgia adalah suatu kondisi yang menyerang bagian payudara 
yang akan menimbulkan rasa nyeri, dan terkadang 
diikuti dengan sensasi panas seperti terbakar".

Mastalgia sangat erat kaitannya dengan stres, apalagi wanita muda sepertiku yang sering kali dihampiri rasa galau. Terlebih saat pertanyaan “kapan nikah?”, “Dimana kerja?”, mulai dipertanyakan oleh banyak orang.

Tapi kadang aku tidak ambil pusing dengan hal itu. Semua pasti indah sampai tiba waktunya. Ehem..., tunggu saja berita baik dariku. smile...!

Ok.., kembali kita membahas tentang mastalgia. Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu mastalgia siklik yang berhubungan dengan menstruasi, dan mastalgia non siklik tidak berhubungan dengan menstruasi tapi berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian).

Solusi untuk mengatasi mastalgia menurut dr. Iskandar yaitu:

1.    Hindari Stres

Stres sangat berpengaruh pada penurunan imunitas/kekebalan tubuh. Saat tubuh stres sel-sel pada tubuh juga mengalami stres, sehingga akan berpengaruh pada daya tahan tubuh.

Jadi nyeri yang muncul pada payudara disebabkan adanya stresor di dalam tubuh. Nyeri juga akan meningkat pada saat mau mentruasi, karena peningkatan hormon estrogen di dalam tubuh.

Cara menghindari stres cukup mudah, yaitu cari penyebab stres tersebut. Biasanya stres muncul karena ada sesuatu hal atau masalah. Temukan masalah tersebut, dan cari solusinya.

Cara lain bisa menggunakan teknik relaksasi, yaitu tarik nafas dalam, hipnoterapi, latihan relaksasi, atau mengerjakan sesuatu yang menyenakan. So.., be relax, enjoy your self.

2.    Hindari Makanan Berlemak


Lemak ialah musuh bagi tubuh, karena makanan yang berlemak banyak mengandung kolestrol. Makanan berlemak juga bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga proses transfer oksigen ke seluruh tubuh terhambat.

Termasuk juga di payudara. Dia juga butuh oksigen tanpa hambatan lo, emang jalan tol aja tanpa hambatan? Hehehehe.

Apa salahnya sih kita menjaga pola makan, diet buah atau sayur kan lebih mantap, selain bisa menjaga bentuk tubuh juga bisa terhindar dari mastalgia.

3.    Hindari Makanan yang Berpengawet

Hampir rata-rata makanan instan berpengawet. Jadi untuk menghindarinya kamu harus masak sendiri. Tentunya ini sangat memberatkan, apalagi kalau ibu-ibu pekrja yang kerjanya dari pagi sampai sore.

Nah, caranya kamu bisa bangun lebih pagi, dan memasak makanan untuk persediaan satu hari.

Bangun pagi itu bagus banget untuk kesehatan, apalagi dimulai dengan aktivitas memasak. Sungguh besar pahalanya jika seorang istri yang menyediakan sarapan pagi untuk suami, dan anak-anaknya.

Lah.., aku yang belum bersuami, ya masak untuk sendiri saja. Sekalian belajar persiapan jadi istri yang baik. Seperti ibuku yang selalu bangun subuh, untuk menyediakan sarapan pagi untuk kami.

Jadi aku dulu selalu sarapan dirumah sebelum berangkat ke sekolah. Dan makanan kesukaanku ialah apapun yang dimasakan ibu.

Kira-kira nanti anakku mau tidak ya, menjadikan masakanku sebagai makanan kesukaannya. So.., mulai sekarang belajar masak sendiri yell!

4.    Olahraga Secara Teratur


Ingat ya, pengertian dari olahraga itu ialah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana, dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang.

Perhatikan tulisan yang ditebalkan. Jadi, ada aktivitas yang derencanakan, dan punya gerakan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

Kita sering salah persepsi dengan pengertian ini, karena kita sering mengartikan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci, memasak, dan me me yang lainnya sebagai olahraga.

Padahal itu bukan. Katagori olahraga itu seperti senam kebugaran atau jalan santai. Intinya ada gerakan terencana, dan terstruktur yang dilakukan secara teratur.

Kamu bisa melakukan gerakan stretching/pemanasan setiap bangun pagi, supaya meningkatkan suhu tubuh beserta jaringan-jaringanya, dan meleturkan otot-otot yang tegang.

Salah satu gerakan stretching

Jadi saat kamu memulai aktivitas berikutnya, otot-ototmu tidak terkejut dengan gerakan atau aktivitas lainnya, termasuk otot-otot disekitar payudara.

5.    Konsumsi Buah-buahan

Kalau makanan berlemak itu musuhnya tubuh, buah-bauhan sahabatnya tubuh, karena buah mengandung serat yang dapat membuang racun, dan zat sisa dari tubuh bersama kotoran.

Tidak perlu membeli buah yang mahal-mahal di supermaerket, cukup makan buah yang mudah didaptkan disekitar kita. Apalagi kalau dari kebun sendiri, atau buah yang langsung dipetik dari pohonnya di depan rumah. Pasti segar banget deh!

Itulah lima point yang disarankan dr. Iskandar kepadaku yang masih berusia dewasa awal. Cie, cie.., yang mulai dewasai!

Tapi jika nyeri ini dirasakan pada usia lanjut, yaitu usia lebih dari 40 tahun, disarankan pemeriksaan fisik pada bagian payudara seperti mammografi untuk mengetahui diagnosis lebih lanjut.

Karena mastalgia bukanlah gejala kanker, jadi jangan buat dirimu stres ketika nyeri di payudara itu datang, apalagi kalau sampai berfikiran tentang kanker. Cukup jalankan solusi sehat seperti yang telah disebutkan diatas.


Masalah ODGJ dan ODMK di Indonesia



Tidak banyak yang tahu bahwa setiap tanggal 10 Oktober, diperingati sebagai hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Bahkan di Indonesia sendiri tidak ada hari yang ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Jiwa Nasional. Jika dunia menetapkan bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan masalah utama, tapi belum untuk Indonesia yang masih memprioritaskan masalah penyakit fisik. 

Sedangkan untuk penyakit mental jarang mendapat perhatian, hal ini dapat dilihat dari fasilitas kesehatan yang diberikan. Padahal jumlah penderita gangguan jiwa terus menunjukkan peningkatan.

Berdasarkan data Word Health Organization (WHO) 2013, sekitar 25% populasi dunia menderita gangguan jiwa. Hal ini diartikan bahwa satu dari empat penduduk dunia menderita gangguan jiwa. 

Prevalensi gangguan jiwa berat pada penduduk Indonesia mencapai 1,7%/1000 penduduk. Gangguan jiwa berat terbanyak salah satunya terdapat di Aceh, yaitu sekitar 2,7%. Namun sayangnya belum ada bentuk kepedulian khusus dalam mengatasi masalah ini.

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terkadang dipandang sebelah mata. Bahkan dianggap sebuah aib, jika salah satu anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. Deskriminasi terhadap penderita gangguan jiwa di masyarakat sungguh tinggi, bahkan jika seseorang pernah mengalami gangguan jiwa, apalagi pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ), maka selamanya cap “gila” melekat pada dirinya.

Perhatian pemerintah terhadap ODGJ ini juga tergolong minim. Aceh yang mempunyai dana otonomi khusus setiap tahunnya, disalurkan untuk pembiayaan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengentasan kemiskinan, pendidikan, sosial dan kesehatan. Namun seberapa besarkah alokasi dana untuk pemeliharaan dan pemberdayaan ODGJ ini? Pernahkah mereka meninjau bagaimana nasib ODGJ yang ada di RSJ sana? dan bagaimana pula nasib ODGJ yang dipasung oleh warga?

Benar pemerintah telah memberi bantaun terhadap biaya pengobatan melalaui Jaminan Kesehatan Nasional, atau kalau di Aceh Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh, dan sekarang diganti lagi dengan BPJS Kesehatan. 

Namun, apakah pemerintah memikirkan bagaimana nasib ODGJ setelah pasca pengobatan itu? Mereka sering kali tidak diterima oleh masyarakat, sehingga menyulitkan dirinya memperoleh pekerjaan. Akibatnya ODGJ yang sudah sembuh, akan kembali kambuh gangguan jiwanya bahkan lebih parah dari sebelumnya.

Masalah Gangguan Jiwa 

Belum lagi masalah ODGJ teratasi, namun sekarang muncul masalah lain yaitu Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Bahkan masalah ODMK ini merupakan masalah terbanyak dan menjadi masalah sosial yang merugikan banyak pihak. ODMK ditunjukkan kepada orang yang belum terdiagnosis atau belum ditetapkan sabagai penderita gangguan jiwa, namun mempunyai masalah fisik, mental dan sosial.

Baru-baru ini kita dihebohkan oleh berita tentang kekerasan fisik dan seksual yang terjadi pada anak, dan bahkan berujung pada kematian. Pelakunya tidak lain adalah orang terdekat korban, namun siapa yang harus disalahkan atas kejadian ini? Hampir setiap tahun berita seperti itu menjadi topik pembahasan utama, respon masyarakat pun beragam. 

Ada yang mengutuk si pelaku, berharap si pelaku di hukum mati dan berbagai aksi demo pun dilkakukan, untuk mendesak pemerintah mengatasi masalah ini. Namun keadaan itu hanya bertahan sebentar, dan akan hilang saat topik itu tergantikan dengan topik lain yang lebih heboh. Setiap tahun terus saja begitu, tidakkah terpikir untuk megakhir masalah ini?


Mereka yang tega melakukan tindakan kekerasan itulah yang digolongkan sebagai ODMK, bahkan kita sendiri salah satu orangnya. Seorang ibu yang sering marah-marah kepada anaknya, pelajar atau mahasiswa yang terlalu cemas dalam menghadapi ujian belajarnya, seorang Ayah yang terlalu khawatir terhadap ekonomi keluarganya, seorang pekerja yang mengalami kesulitan tidur, dan masalah-masalah lain yang mengakibatkan seseorang menjadi depresi. Lantas sadarkah kita bahwa itu masalah gangguan jiwa?


Gangguan jiwa dalam presepsi masyarakat saat ini ialah orang-orang yang berada di RSJ, atau pun orang-orang yang berada di jalanan dengan pakaian dan keadaan fisik yang menjijikan. Wajar kalau presepsi itu yang tergambar di masyarakat, karena sosialisasi tentang kesehatan jiwa jarang sekali dilakukan. Bahkan karena kurangnya pengetahuan itu, banyak yang beranggapan gangguan jiwa sesuatu yang menakutkan dan dianggap penyakit menular, sehingga mereka menjauhi ODGJ.


Tindakan pencegahan dalam bentuk sosialisasi tentang kesehatan jiwa minim sekali dilakukan, yang tahu hanya mencari pengobatan saat sudah terdiagnosis mengalami gangguan jiwa. Namun kita kurang peduli terhadap masalah-masalah yang mengarah ke gangguan jiwa. Bukan tidak peduli tepatnya, karena tidak taulah maka tidak ada yang peduli, padahal masalah ini perlu dibahas lebih mendalam untuk mencegah gangguan jiwa.

Mencegah Gangguan Jiwa 

Untuk mencegah gaangguan jiwa, tentunya harus mengenal dulu apa itu gangguan jiwa. Gangguan jiwa adalah kumpulan gejala-gejala pikiran, perasaan dan perilaku yang menimbulkan suatu penderitaan, sehingga akan manggangu fungsinya sebagai individu yang sehat. Penyebabnya bisa dikarenakan faktor keturunan, narkoba, penyakit karena virus atau bakteri dan kecelakaan yang mengakibatkan trauma kepala. Namun, penyabab yang paling umum ialah karena faktor psikis, yaitu saat keadaan jiwa seseorang terganggu akibat adanya pengaruh beban mental yang disebut sbagai stressor.

Jika stressor tersebut bisa dikendalikan, maka keadaan jiwa akan tetap stabil. Tapi jika stressor ini berlanjut tanpa adanya tindakan pencegahan, maka berakibat pada gangguan jiwa berat atau yang dikenal sebagai skizofrenia. Penderita ini tidak mempunyai kemampuan dalam membedakan realita dan halusinasinya. Biasanya disertai dengan gangguan pikiran, perasaan dan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma kehidupan.

Setiap orang tentunya punya stressor, tergantung individu itu bagaimana cara menghadapi stressor tersebut. Saat stressor itu muncul tindakan yang paling bisa dilakukan ialah mencari teman, maksudnya menceritakan tentang masalah yang sedang dihadapi. Jiwa akan merasa lebih tenang jika seseorang bisa mengungkapkan masalahnya kepada orang lain, tapi tentunya teman yang bisa dipercaya.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan ialah memperbanyak kegiatan sosial yang bermanfaat. Terlibat dalam kegiatan sosial dapat memberi semangat jiwa, terutama saat berbagi dangan orang-orang yang membutuhkan. Biasanya disebut dengan relawan, mereka berbuat kebaikan bukan karena berharap pamrih, tapi murni dari ketulusan hati. Rasa kepedulian yang tinggi akan tumbuh, dan tanpa disadari itu akan berefek kembali terhadap jiwa sang relawan. Karena jiwa yang tentram terdapat di hati yang tenang. Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia.