Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Saatnya Ganti Laptop dengan ASUS Vivobook Go 14, Laptop Ringan yang Cepat Loadingnya


Ketika deadline menulis lagi banyak-banyaknya, eh laptopku malah berulah. Padahal beberapa tulisan sudah siap di-posting ke blog. Namun, dia tak mau menyala dan hanya muncul tulisan Restarting dengan lingkaran bola-bola kecil mengelilinginya (pertanda sedang memproses/loading).

Budaya Hemat Listrik Penyelamat Bumi dari Krisis Iklim



“Hemat pangkal kaya” begitulah pepatah lama. Namun, perilaku menghemat listrik ini bisa diterapkan untuk membantu mengurangi krisis iklim saat ini. Bagaimana caranya?

Ayo kita ingat kembali ke cerita zaman dahulu kala. Menurut cerita ibuku, di tahun 70-an di saat listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum masuk desa, kehidupan masyarakat aman-aman saja.

Ketika siang hari, masyarakat menggunakan cahaya matahari sebagai penerang, untuk mengeringkan pakaian, membantu mereka berladang, dan menunjang proses pertanian. Di kala malam, masyarakat menggunakan pelita, lampu dari minyak tanah, dan suloh (penerang dari bambu yang berbahan bakar minyak tanah) sebagai penerang ruangan.

Di beberapa masjid sudah terdapat mesin pembangkit listrik yang berbahan bakar solar seperti genset saat ini, sehingga bisa menerangi beberapa rumah yang berada di sekitar masjid. Setiap rumah hanya diperbolehkan menggunakan 1 bola lampu. Penggunaan mesin ini hanya berlaku sampai pukul 22.00 WIB, seusai salat Isya mesin tersebut dimatikan dan dihidupkan besok malamnya lagi.

Setiap malam terus begitu dan masyarakat menerima kehidupan seperti itu. Sebab memang kondisinya di kala itu minim lampu karena listrik belum disokong oleh negara. Semua masyarakat harus terima dengan lapang dada.

PLN Masuk Desa

Hingga pada akhirnya Perusahaan Listrik Negara (PLN) masuk desa, semua menyambut gembira karena dunia yang selama ini gelap di malam hari akan menjadi terang. Terlebih motonya PLN ialah “Listrik untuk kebutuhan yang lebih baik” sehingga adanya listrik di sebuah rumah kala itu, dapat menunjukkan status ekonomi dari keluarga tersebut.

Kedatangan listrik ini rupanya membawa jalan masuk berbagai macam teknologi, seperti televisi, telepon, lemari pendingin (kulkas), rice cooker, blender, dispenser, mesin cuci pakaian, dan berbagai alat kebutuhan rumah tangga lainnya yang menggunakan listrik.

Sehingga yang awalnya kebutuhan listrik sebagai penerang berubah menjadi kebutuhan untuk meringankan pekerjaan rumah tangga, sehingga yang awalanya kebutuhan listrik 2 amper untuk satu keluarga naik menjadi 4 amper. Semua itu demi kebutuhan yang lebih baik.

Berhematlah Menggunakan Listrik

Ibuku sering bilang, berhematlah menggunakan listrik. Pakailah seperlunya saja, bahkan untuk menyalakan televisi saja ada waktu-waktunya. Saat menampung air di bak mandi menggunakan mesin air, harus menunggu sampai penuh baru boleh ditinggalkan dan hanya boleh dihidupkan lagi saat air di bak mandi sudah habis. Kalau siang, lampu tidak boleh dihidupkan dan saat tidur malam lampu semua dimatikan. Kita pun tidur dalam gelap.

Dulu aku sering kesal ke ibu, menganggapnya pelit karena membatasi menggunakan listrik. Namun, kian hari aku baru sadar maksud dan tujuannya untuk menghemat listrik supaya tanjakan penggunaan listrik tidak terlalu besar. Namun, dibalik itu semua adalah bagaimana kita bisa menggunakan sesuatu secukupnya saja. Sebab, alam akan tetap seimbang bila kita menggunakan sekadarnya saja.

Sekarang lihatlah kebutuhan listrik meningkat tajam, sayangnya PLN masih menggunakan batu bara sebagai pembangkit listriknya. Sehingga aktivitas penambangan batu bara terus terjadi untuk memenuhi pasokan listrik negara. Karena kebetulan PLN adalah satu-satunya perusahaan pembangkit listrik yang ada di Indonesia, mau tidak mau dampak lingkungan akibat aktivitas pembakaran batu bara berefek besar pada pencemaran udara.

Desakan untuk menggunakan energy terbarukan oleh berbagai pihak dan lembaga lingkungan terus disuarakan. Agar PLN menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan sehingga polusi yang dikeluarkan aman dan tidak menimbulkan pencemaran yang mengakibatkan perubahan iklim. Jadi, pemerintah menggagas system Co-firing sebagai strategi transisi energi.

Benarkah Co-Firing Solusi untuk Transisi Energi yang Ramah Lingkungan?

Aku baru mendengar istilah Co-Firing saat kegiatan online gathering Eco Blogger Squad, pada 20 Oktober lalu. Kali ini kita mengangkat tema “Semangat Orang Muda Menjaga Bumi Indonesia.” Ada tiga narasumber dari perempuan muda yang memperjuangkan perubahan iklim dengan cara mereka sendiri dan timnya.


Dari ketiga narasumber tersebut, aku lebih tertarik materi yang disampaikan oleh Kak Amalya Reza, Manajer Bioenergi atTrend Asia, yaitu tentang Mengenal Penerapan Co-firing (Metode Oplos Batubara dengan Biomassa di PLTU Indonesia).

Dalam presentasinya, Kak Amalya menampilkan sebuah video yang mebuatku tidak habis pikir kenapa pemerintah bisa-bisanya membuat rencana halu seperti itu. Bukannya memfokuskan pada energi angin dan surya, tapi malah ngotot tetap menggunakan batu bara sebagai energi pembangkit listrik.

Jadi pemerintah tetap menggunakan batu bara dengan mencampurkan biomassa untuk dibakar bersama di PLTU. Metode inilah yang disebut dengan co-firing. Jenis biomassa yang gencar diwacanakan pemerintah ialah pelet kayu.



PLN mengklaim bahwa praktik co-firing biomassa pelet kayu ini menjadi cara paling jitu untuk transisi energi. Sebab menurut mereka tidak perlu lagi membangun pembangkit tenaga listrik energi terbarukan dari awal.

Namun, tahukah kamu darimana biomassa pelet kayu tersebut diambil? Yups dari HUTAN. Namun, jangan bayangkan hutan dengan beraneka jenis pohon & hewan ya karena penerapan co-firing ini butuh bahan baku biomassa pelet kayu dalam jumlah besar yang kayunya itu sejenis atau homegen.

Untuk memenuhi kebutuhan pelet kayu tersebut, oleh pemerintah dibuatlah program penanaman tanaman monokultur. Jadi, ini semacam kebun kayu yang dibalut dengan nama “HUTAN TANAMAN ENERGI.”

Skemanya Begini

Pertama pemerintah akan menentukan wilayah yang akan dikembangkan menjadi koneksi Hutan Tanaman Energi. Kemudian pohon sejenis ditanami dalam konsesi lahan yang izinnya dikeluarkan pemerintah.

Selanjutnya ketika pohon sudah tumbuh besar, pohonnya ditebang dan diangkut ke pabrik untuk dijadikan serbuk dan dipadatkan menjadi pelet kayu. Inilah yang akan dikirim ke PLTU-PLTU seluruh Indonesia untuk dibakar bersama batubara.

Seluruh rangkaian aktivitas pembuatan pelet kayu ini akan melepas emisi gas rumah kaca ke atmosfir bumi. Termasuk proses pembukaan lahan dan hutan.

Program Hutan Tanaman Energi ini dilakukan untuk memenuhi target implementasi co-firing di 107 unit PLTU di seluruh Indonesia hingga 2025.

Dengan jumlah PLTU sebanyak itu dan asumsi praktik co-firing 95-90% batubara, dicampur 5-10% biomassa, maka PLN butuh kurang lebih 10.2 juta ton pertahun biomassa pelet kayu. Wah, di dapat darimana pasokan pelet kayu sebanyak itu ya? Lagi dan lagi kita harus mengorbankan hutan alami untuk membuka hutan buatan.

Berdasarkan prediksi Trend Asia, jumlah bahan baku biomassa seperti itu akan membutuhkan lahan Hutan Tanaman Energi paling sedikit 2,33 juta hektare atau sebanyak 35x luas daratan ibukota Jakarta.

Itu artinya program Hutan Tanaman Energi ini akan berpotensi menimbulkan deforestasi besar-besaran. Parahnya lagi, jika belajar dari kesalahan Program Hutan Tanaman Industri, potensi hutan alam yang terdampak juga besar loh.

Imbasnya habitat satwa liar, hewan dan tumbuhan endemik yang ada di hutan alami bisa rusak. Tidak hanya berdampak pada hewan dan tumbuhan saja, deforestasi juga akan menimbulkan konflik lahan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal karena menghilangkan hutan alam sebagai warung hidup dan apotek hidup masyarakat.

Trend asia juga menghitung seluruh proses ini berpotensi menghasilkan total emisi hingga 26,48 juta ton, setara karbondioksida pertahun. Jadi, alih-alih emisinya berkurang seperti yang diklaim pemerintah, metode co-firing atau oplos batubara dengan biomassa ini malah akan terus menambah emisi pada tahun 2023. Ujungnya ini semua berdampak ke situasi krisis iklim di Indonesia yang semakin parah. Omong kosong bukan, kita bisa mengurangi emisi energi.

Kenapa Ini Bisa Terjadi?

Karena kebutuhan energi khususnya listrik terus meningkat setiap tahunnya. Mau tidak mau, PLN sebagai satu-satunya perusahaan listrik negara harus memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, kita sehari-hari sebagai pengguna listrik harus sadar diri. Jangan tahunya berkoar-koar untuk mendesak pemerintah melakukan energi terbarukan, tapi kita malah boros energi dalam penggunaan barang-barang rumah tangga.

Jadi, bila sudah tahu kondisinya begini, kembalilah ke budaya menghemat listrik, seperti yang diterapkan oleh orang tua kita dulu. Gunakan seperlunya dan matikan listrik selebihnya. Itu aksi kecil yang bisa kita lakukan saat ini.

Selain itu kita juga bisa mendesak pemerintah untuk tidak melanjutkan program co-firing ini. Tapi meminta pemerintah agar tidak egois mengelola listrik seluruh rakyat Indonesia sendiri. Harusnya pemerintah memberi kesempatan bagi masyarakat mengeluarkan ide dan cara mereka untuk menghasilkan energi secara mandiri.

Sebab, banyak masyarakat yang sudah mulai menggunakan energi terbarukan untuk menghasilkan listrik seperti panel surya. Andaikan kebutuhan listrik masyarakat di kelola oleh masyarakat sendiri, bukan sepenuhnya oleh negara, aku rasa itu lebih baik. Seperti zaman dahulu yang menggunakan energy listrik sesuai kebutuhan bukan karena kemudahannya.


Bagaimana Indonesia Maju Kalau Karhutla Terus Melaju

Petugas Pemadam Kebakaran hormat kepada bendera merah putih 
sebelum memadamkan api. Sumber Foto Antaranews.com 

Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, tapi rasa-rasanya hutannya semakin berkurang. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tak henti-hentinya terjadi bahkan setiap tahun sudah menjadi lingkaran setan. Ada kemungkinan unsur kesengajaan dengan alasan ingin membuka lahan untuk perindustrian. Kebanyakan sasarannya ialah lahan gambut yang kemudian dibakar, dikeringkan dengan maksud alih fungsi lahan.

Hanya saja cara pemanfaatan seperti ini berisiko terjadinya Karhutla. Akibat dari kebakaran itu, bisa melepaskan emisi karbon ke udara yang meningkatkan pemanasan global, kemarau kering dan panjang sehingga membuat cuaca tidak menentu. Kamu bisa rasakan dampaknya sekarang betapa amburadulnya cuaca yang kian tidak menentu. Hari-hari semakin panas saja ibarat tinggal di gurun sahara. Sungguh berbanding terbalik dengan keadaan Indonesia yang dulunya subur dipenuhi hutan raya, kini di kemerdekaannya yang ke-78 dipenuhi Karhutla. Bagaimana bisa maju kalau keadaan lingkungan kita tidak baik-baik saja?

Peran Penting Lahan Gambut

Mungkin belum banyak yang tahu betapa besar pengaruh lahan gambut untuk menyokong kehidupan kita, sehingga ketika adanya kebakaran lahan gambut dianggap persoalan biasa. Padahal, bila kamu mengetahui betapa pentingnya lahan gambut ini, kamu jadi orang yang terdepan mencegah terjadinya kebakaran lahan gambut. Berikut saya paparkan alasannya berdasarkan penjelasan Kak Ola Abas saat online #ecobloggersquad, pada 11 Agustus 2023.

1. Bisa mengurangi dampak bencana banjir dan kemarau

Daya serapnya yang tinggi membuat gambut berfungsi sebagai tendon air. Ia bisa menampung air sebesar 450-850% dari bobot keringnya. Selain itu, gambut yang terdekomposisi juga mampu menahan air 2-6 kali lipat berat keringnya. Nah, sekarang kenapa dampak bencana banjir dan kemarau begitu terasa karena banyak lahan gambut yang hilang akibat dibakar dan dikeringkan.

2. Menunjang perekonomian masyarakat lokal

Berbagai tanaman dan hewan yang habitatnya di lahan gambut, seperti beraneka jenis pohon sebagai tempat bersarang lebah yang menghasilkan madu dapat menjadi sumber pangan dan pendapatan masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut.

3. Habitat untuk perlindungan keanekaragaman hayati

Berbagai macam flora dan fauna dapat tumbuh dan tinggal di lahan gambut. Beberapa jenis flora sangat berguna bagi masyarakat sehingga perlu dibudidayakan. Sementara itu, fauna yang tinggal di lahan gambut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup ekosistem gambut lainnya.

4. Lahan gambut menjaga perubahan iklim

Gambut menyimpan cadangan karbon yang besar dan dua kali lebih banyak dari hutan yang ada di seluruh dunia. Ketika terganggu, dikeringkan, atau mengalami alih fungsi, simpanan karbon di dalam gambut terlepas ke udara dan menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca. Bayangkan kalau dalam setahun berkali-kali terjadi kebakaran lahan gambut, betapa banyak gas karbon yang dilepaskan ke udara. Wajarlah hari-hari yang kita lalui saat ini penuh dengan kepanasan berasa bumi tak layak lagi hunyi.
Lahan gambut di Indonesia 

Bagaimana Lahan Gambut Terbakar?

Ketika lahan gambut kering, api kecil atau bahkan puting rokok bisa memicu kebakaran. Api bisa menyebar hingga lapisan gambut di kedalaman 4 meter. Walaupun di permukaan sudah padam, bukan berarti api di lapisan dalam juga padam. Api bertahan sampai berbulan-bulan bahkan menjalar ke tempat lain.
Perlu diketahui bahwa bila satu hektar lahan gambut dikeringkan di wilayah tropis, akan mengeluarkan rata-rata 55 metrik ton CO2 setiap tahun, setara dengan membakar lebih dari 6.000 galon bensin. Coba bayangkan bagaimana dampak buruknya terhadap lingkungan bila hal ini terus- menerus terjadi?

Peristiwa Karhutla Besar di Indonesia

1. Kebakaran hutan dan lahan Juli 1997 – Februari 1998 di 24 Provinsi di Indonesia

a. Luas hutan terbakar 11,7 juta hektar, kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai USD 1.62-2.7 M.

b. Kerugian akibat kabut asap: USD 674-799 juta, kerugian terkait emisi karbon: USD 1.8 M.

c. Pesawat Garuda GA 152 jatuh di Sibolangit karena kabut asap dan sebanyak 234 penumpang menjadi korban jiwa.

d. Sebanyak 20 juta orang terkena polusi udara dan pencemaran air, secara langsung dan tidak langsung.

e. Di Papua, ratusan warga meninggal karena transportasi untuk mengantarkan makanan dan keperluan suplai lainnya di pedalaman terhenti akibat asap.

f. Jumlah emisi 0.81 – 2.7 gigaton setara CO2.

g. Asap sampai ke negara-negara sebelah, seperti Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, Filipina, dan Australia.

2. Kebakaran Hutan dan Lahan 2015 di 32 Propinsi di Indonesia

a. Kebakaran hutan dan lahan gambut seluas lebih dari 2,6 juta ha (33% di lahan gambut) yang terbesar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Papua.

b. Hilangnya kayu atau produk non-kayu, serta habitat satwa.

c. Kerugian lingkungan terkait keanekaragaman hayati diperkirakan sekitar $295 juta.

d. Ribuan hektar habitat orangutan dan hewan yang hampir punah lainnya pun ikut hancur.

e. Kabut asap terjadi terjadi di hampir 80% wilayah Indonesia. Asap yang dihasilkan dari Karhutla turut dirasakan hingga Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam .

f. Sebanyak 120 ribu titik api dipadamkan lewat waterbombing, hujan buatan, dan pemadaman darat. Untungnya ada hujan besar di Oktober 2015 yang berhasil menurunkan jumlah titik api secara drastis.

g. Sejumlah 28 juta jiwa terdampak, 19 orang meninggal, dan hampir 500 ribu orang mengalami gangguan pernapasan atau ISPA. Racun yang dibawa oleh asap menyebabkan gangguan pernapasan, mata dan kulit, dan berbahaya bagi balita dan kaum lanjut usia. Udara yang beracun tersebut mengandung karbondioksida, sianida dan ammonium.

h. Sekitar 5 juta siswa kehilangan waktu belajar akibat penutupan sekolah pada tahun 2015.

i. Jumlah emisi 1.1 gogaton setara CO2.

Begitulah sekilas gambaran keadaan Indonesia di ulang tahun yang ke-78. Di sini hanya dijelaskan dua Karhutla terbesar, tapi sebenarnya setiap tahun selalu terjadi Karhutla. Walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi tetap menjadi risiko bagi kehidupan kita. Semoga ke depan tidak ada lagi Karhutla di Indonesia, sehingga kita fokus untuk melakukan hal-hal positif yang membuat Indonesia bisa lebih maju dan berjaya. Merdeka!


Pohon Umur Cahya Aksi Kecil untuk Semesta



Dulu di tahun 2017, saat aku mengikuti pelatihan Perempuan Peduli Leuser (PPL), kami yang terdiri atas para perempuan membuat sebuah pertunjukkan drama yang berjudul “Pohon Umur untuk hadiah Ulang Tahun.”

Pertunjukan itu kurang lebih seperti bermain peran yang menceritakan kehidupan masyarakat di sekitar hutan Leuser, Aceh. Dalam drama tersebut menceritakan ada salah seorang pejabat negara mengadakan perayaan ulang tahun dengan mengundang para rekanannya. Semua berlomba-lomba membawakan barang-barang mewah dan branded.

Namun, ada salah satu tamu undangan dari komunitas pencinta lingkungan membawa sebatang pohon yang disebutnya Pohon Umur. Semua mata para undangan tertuju pada si pembawa pohon karena di antara tumpukan hadiah, pohon itulah yang mencuri banyak perhatian. Ada yang kagum, tapi banyak juga yang meremehkan sambil jadi bahan guyonan.

Kemudian si pembawa pohon mengatakan “Selamat ulang tahun, Ini pohon umur untukmu Bu pejabat, meskipun umurmu terus berkurang hingga sampai batas waktunya, pohon ini terus tumbuh dan berkembang membawa manfaat bagi banyak orang. Selama pohon ini terus mengeluarkan oksigennya, maka pahalanya terus mengalir untukmu walaupun dirimu tidak ada lagi di dunia ini.”

Ide Pohon Umur Cahya

Tiga tahun sudah drama itu berlalu, tapi ingatan itu terus terngiang. Hingga akhirnya pada bulan Februari 2020, aku melahirkan putri pertamaku yang kuberi nama Cahya Putroe Semesta. Dengan nama itu, aku berharap sosok kecil ini nantinya akan menjadi perempuan yang mendatangkan banyak manfaat dan penerang bagi semesta.

Jadi, terpikirkan olehku untuk membuat Pohon Umur Cahya. Satu bulan setelah kelahirannya, aku menanam satu pohon inai/pacar kuku (Lawsonia Inermis) untuknya di dalam sebuah pot. Alasanku memilih pohon ini karena mudah hidupnya dan banyak manfaatnya, terutama bisa digunakan untuk obat-obatan.



Dan bila pohon ini bisa bertahan sampai Cahya dewasa, bisa digunakan untuk inai kukunya saat ia menikah nanti sebagaimana prosesi adat pernikahan di Aceh.

Aku bertekad, setiap ulang tahun Cahya akan ada satu pohon yang ditanam untuknya. Di ulang tahunnya yang kedua, dia yang menanam sendiri pohon alpukat. Dan di ulang tahunnya yang ketiga, temanku memberinya satu pohon murbei untuk ditanam.



Aksi Kecil untuk Semesta

Kita semua mengetahuinya dan ikut merasakan bahwa panas bumi terus meningkat, terlebih cuaca panas ekstrim yang kian hari semakin menggila. Rasa-rasanya bumi tak layak lagi hunyi. Bila keadaan ini terus terjadi tanpa ada orang-orang yang mau memperbaiki, jangan heran 100 tahun silam, bumi menjadi tempat tinggal yang menyeramkan.

Oleh karena itu, kita perlu bahu membahu melakukan aksi agar bumi ini menjadi tempat tinggal yang nyaman. Tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk masa depan. Jangan sampai kita mewariskan bumi yang rusak untuk anak cucu kita. Jadi, dari sekarang kita harus menjaganya.

Walaupun aksinya kecil asalkan konsisten, itu akan berdampak besar nantinya. Terlebih kalau kita bisa mengajak followers untuk melakukan aksi yang serupa. Seperti yang aku lakukan saat ini yaitu komitmen menanam Pohon Umur Cahya.

Jika yang membacanya terinspirasi dan ikut berpartisipasi, maka akan banyak pohon-pohon yang akan ditanam. Kenapa harus pohon? Karena dengan sebatang pohon bisa memberikan banyak oksigen untuk makhluk hidup, membersihkan udara dari karbondioksida, melindungi dari cuaca panas, dan membantu penyerapan air untuk mencegah banjir.

Terus bagaimana dong kalau kamu ingin tanam pohon, tapi gak ada lahan, atau waktunya gak sempat, dan lain sebagainya?



Kamu bisa menanamnya melalui gerakan TeamUpForImpact. Di sini terdapat 6 pilihan challenge, dengan katagori yang berbeda. Setiap challenge yang bisa kamu selesaikan, maka akan mendapatkan poin. Saat terkumpul 1.400 poin, akan ada 1 pohon yang ditanam atas namamu di hutan. Mudah kan?

Seperti yang aku lakukan saat ini, di hari Rabu aku meng-share aksi kecilku untuk bumi melalui cerita Pohon Umur Cahya. Memang aksi ini kecil sih, tapi kalau kamu terinspirasi dan ikut juga melakukannya itu sangat berarti untuk memperbaiki lingkungan di bumi.

Apalagi kita baru saja memperingati Hari Lingkungan Hidup pada 5 juni lalu. Jadi, yuk #BersamaBergerakBerdaya melakukan aksi kecil untuk dampak yang lebih besar.












6 Hal yang Bisa Dilakukan Ibu Rumah Tangga untuk Menjaga Bumi


Cucian menumpuk, pekerjaan rumah yang gak kian beres, cuaca yang bikin gerah, apalagi di bulan puasa begini tentu kadang menyulut emosi tim dasteran alias ibu-ibu rumah tangga ini. Gimana gak emosi, di saat semangat-semangatnya mau nyuci malah hujan. Atau saat jemuran sudah tertata rapi tiba-tiba hujan, kain bersih jadinya kotor lagi deh.

Kita tahu bahwa akhir-akhir ini cuaca di bumi makin memprihatinkan dan sulit diprediksi. Hal itu disebabkan oleh polusi yang dihasilkan pabrik-pabrik besar, kendaraan bermotor, pembakaran batu bara untuk membangkitkan tenaga listrik, sehingga polusi yang terkumpul di udara menjadi gulungan selimut yang membuat bumi terlalu panas. Akibatnya cuaca pun semakin ekstrim yang memunculkan keresahan para warga bumi.

Melihat kondisi tersebut, memang ibu rumah tangga bisa apa? Haruskah kita terus mengeluh dan menangisi keadaan seperti ini? Tentu tidak karena ibu rumah tangga juga bisa melakukan upaya kecil untuk menjaga bumi agar kondisinya tidak semakin parah. Berikut hal sederhana yang Buibu bisa lakukan dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Belanja di Pasar Basah


Lah, apa hubungannya ya? Sabar, kita akan jelaskan alasannya. Kegiatan belanja ini tentu rutinitas yang biasa Buibu lakukan, baik itu belanja harian, mingguan atau bulanan untuk keperluan rumah tangga.

Tahukah Buibu, bahwa jumlah orang yang belanja di pasar basah menurun 2% per tahunnya. Mereka lebih memilih belanja di minimarket atau supermarket karena dianggap lebih nyaman. Padahal secara psikologis belanja di supermarket membuat kita belanja lebih dari yang kita perlukan karena tergiur oleh tampilan yang menarik. Apalagi ada promo dan diskon, jadi kalap deh belanjanya. Sampai di rumah baru kita sadar, bahwa ini tidak perlu kali, barang yang itu masih ada, ini kurang diminati keluarga, dan sebagainnya. Akibatnya tidak saja boros uang, tapi juga banyak barang yang jadinya mubazir. Terlebih makanan, bila tidak segera dihabiskan akan menjadi sampah dan menambah banyak sampah rumah tangga.

Nah, sampah rumah tangga ini juga menjadi ancaman besar bagi bumi kita tercinta ini. Andaikan Buibu terus melakukan hal ini, mau dibawa ke mana sampah-sampah di bumi ini. Jadi belanja di pasar basah bisa membantu Buibu menahan diri hanya belanja yang diperlukan saja. Selain itu, juga membantu menghidupkan perekonomian pedagang-pedagang kecil.

2. Tidak Membeli Makanan dan Minuman dalam Kemasan

Indonesia penyumbang sampah plastik terbesar ke-dua dunia, sebesar 5,4 juta ton per tahunnya. Kategori sampah plastik yang terbesar berasal dari kemasan dan wadah seperti, botol minuman, tutup botol, botol sampo, dan lainnya. Sangking banyaknya, sampah-sampah itu tidak tahu lagi di bawa kemana, bahkan tak jarang pemandangan sampah di pantai, sungai, tepi kali, jalanan, bertaburan. Bahkan sampah plastik pun sampai ke dasar laut mengakibatkan terganggunya biota laut.

Miris banget kan kalau kita juga ikut penyumbang sampah plastik tersebut. Untuk mengurangi jumlah sampah plastik, Buibu harus komitmen untuk tidak membeli makanan dan minuman dalam kemasan. Buibu bisa membawa botol minum bila sedang di luar dan membekali anak-anak makanan rumahan untuk di bawa ke sekolah, sehingga mengantisipasi mereka untuk jajan di luar.

3. Belanja Makanan yang Tidak Bersampah

Selain sampah plastik, setiap keluarga di Indonesia juga menghasilkan sampah makanan sekitar setengah kilogram perhari. Bayangkan saja bila tiap hari kita menghasilkan sampah makanan tersebut, sampah plastik saja masih kebingungan mengolahnya, ditambah sampah makanan.

Pembuangan sampah makanan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama metana yang memiliki dampak lebih besar pada perubahan iklim dibanding dengan karbondioksida. Jadi, saat belanja makanan Buibu bisa memilih makanan yang bisa dimakan utuh atau makanan yang meninggalkan sedikit sampah, seperti telur. Selain bisa dimasak dengan berbagai menu, kulitnya bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak atau dibuat pupuk. Makanan lainnya yang tidak bersampah, seperti buah dan sayuran.

4. Buat Menu Mingguan

Ini penting banget supaya Buibu bisa berhemat karena hanya membeli bahan baku sesuai dengan menu yang akan dikonsumsi. Hal ini juga bisa menghemat waktu dan tenaga untuk memikirkan menu makanan yang akan Buibu sajikan setiap harinya.

Saat Buibu menyusun menu mingguan, hendaknya setiap harinya mencakup menu seimbang, yaitu empat sehat lima sempurna, artinya harus ada karbohidrat, protein hewani, lemak, serta protein nabati, dan vitamin.

Dengan adanya daftar menu ini, Buibu bisa menggunakan satu bahan baku untuk beberapa jenis makanan yang berbeda. Misalnya bahan daginga ayam 1 kg, dapat diolah mejadi ayam goreng, sup ayam, gulai ayam, di hari yang berbeda. Begitu pula dengan satu jenis sayuran, bisa diolah menjadi beberapa menu lainnya. Sehingga bahan-bahan belanja yang Buibu beli terpakai semua tanpa ada yang bersisa. Usahakan selama 1 minggu tidak ada menu yang serupa.

5. Belajar Cara Menyimpan Makanan

Agar makanan tidak cepat terbuang dan tahan lama, Buibu perlu tahu cara penyimpanan makanan. Misalnya kalau Buibu membeli sayur, simpanlah sayur dengan merendam batangnya di dalam air. Cara seperti ini akan membuat sayur tahan lebih lama dibandingkan bila sayur disimpan di dalam kulkas.

Kalau Buibu ingin menyimpan bahan makanan di kulkas, perlu disesuaikan dengan tempatnya karena setiap bagian kulkas memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk sayuran Buibu tempatkan di bagian bawah. Alasannya, rak kulkas di bagian ini lebih mampu mengontrol kelembapan sayuran, sehingga sayuran tidak mudah busuk. Bila disimpan dengan tepat, sayuran dapat tahan 3-5 hari.

Begitu pula cara penyimpanannya, seperti cabai misalnya. Sebaiknya bersihkan setiap batangnya dengan kain lap, lalu lepaskan tangkainya. Simpan ke dalam kotak kedap udara yang dialasi dengan kertas koran. Tambahkan juga degan beberapa suing bawang putih yang sudah dikupas ke dalamnya supaya cabai tidak mudah busuk.

Bila ingin menyimpan buah, jangan satu tumpuk dengan tempat penyimpanan sayuran. Sebab, buah dapat menghasilkan etilen atau zat yang dapat mempercepat kematangan sayuran. Oleh karena itu, jika buah disimpan bersamaan dengan sayuran, bisa membuat sayurannya lebih cepat mengalami proses pembusukan.

6. Share konten manajemen food waste ke teman-teman Buibu

Bila ada konten-konten mengenai food waste, Buibu bisa berbagi tips dan link dengan teman-teman lainnya. Buibu juga bisa mencari influencer yang memuat konten-konten tentang food waste atau zero waste seperti @gardapangan untuk menginpirasi Buibu lain agar ikut bersama-sama melakukan aksi berhemat makanan.

Kenapa hal itu perlu dilakukan? Sebab sampah makanan penyumbang emisi karbon sebesar 7,3%, andai Buibu bisa berhemat dan tidak membuang-buang makanan tentunya ini bisa jadi upaya bersama bagi kita Ibu Rumah Tangga dalam mengurangi selimut polusi dan menjaga bumi.

Buibu juga bisa mengikuti team up for impact melalui https://teamupforimpact.org/ ikuti tantangan setiap harinya dalam upaya menanam pohon untuk mengurangi selimut polusi di udara. Tanam pohonnya tidak perlu ke hutan, tapi cukup dengan mengikuti challenge pilihan yang sudah disediakan setiap hari dan kumpulkan poinnya. Saat terkumpul 1.400 poin, akan ada 1 pohon yang ditanam atas nama Buibu di hutan.

Kok bisa? Coba aja bermain dan lakukan aksinya, tapi jangan asal pilih dan main ya! Lakukan dalam kehidupan nyata sesuai dengan apa yang dipilih, seperti yang aku lakukan 6 hal di atas selama seminggu. Itu adalah pilihanku dalam upaya menjaga bumi, dan aku sudah menanam 1 pohon atas namaku sendiri. Untuk minggu depan mau ikut tantangan apa lagi ya?

Me Time dengan Jolly- Body Scrub & Brightening Shower Scrub Scarlett


Me time setiap orang beda-beda ya. Ada yang me time dengan shoping, traveling, writing, reading, chating, dan lainnya. Nah, kalau aku me time-nya saat mandi. Kalau sudah gerah, apalagi saat pikiran sumpek, kerjaan belum beres, dan anak sebentar-bentar tantrum bikin mood jadi berantakan, mandi solusinya. Tentunya dengan menggunakan sabun mandi yang bisa mendatangkan mood dan bikin tubuh fresh.

Dulunya sebelum mengenal produk scarlett, aku mandi menggunakan sabun mandi biasa yang dijual di pasaran. Kadang-kadang aku menggunakan lulur untuk mendapatkan aroma wanginya. Agar suasana mandi menyenangkan, aku memainkan busa sabun, sambil memijat-mijat bagian seluruh tubuh. Biasanya aku membutuhkan waktu lebih lama mandi saat me time. Saat itu pula banyak ide yang bermunculan karena otakku sedang dalam keadaan rileks. Sayangnya setelah mandi, bukan segar yang kudapat, tapi kulitku jadi kering dan bersisik karena terlalu lama mandi. Terlebih saat cuaca panas, badan pun terasa gerah kembali.

Untung ada produk Scarlett yang bisa membuat suasana me time ku lebih seru tanpa khawatir kulit jadi kering karena kelamaan mandi. Sebab produk body care scarlett berguna melembabkan kulit juga bisa mencerahkan, dan yang paling penting aromanya bisa menenangkan dan mengembalikan mood. Aku mengenal produk Scarlett sejak awal tahun 2022. Pertamanya aku menggunakan varian Romansa, sejak saat itu aku jatuh cinta dengan produk ini dan setia menggunakannya sampai saat ini. Sekarang baik produk body care maupun face care, semuanya menggunakan Scarlett by Felicia Angelista.

Selain varian Romansa, aku juga pernah menggunakan varian Happy yang merupakan varian terbaru Scarlett. Dan sekarang aku sedang menggunakan varian Jolly. Nah, di postingan kali ini aku akan membahas tentang Body Scrub & Brightening Shower Scrub Scarlett varian Jolly.


Body Scrub

Body scrub varian jolly ini bewarna putih agak ke krim-kriman. Teksturnya berbentuk partikel-partikel kasar yang berfungsi untuk mengeksfoliasi kulit atau mengangkat sel-sel kulit mati pada tubuh. Selain itu, penggunaan scrub ini juga berguna untuk merangsang produksi kolagen yang menjaga kelembapan kulit sehingga membuat kulit lebih mulus dan sehat. Kok bisa ya? Nanti akan aku jelaskan kandungan yang berperan di dalamnya.

Nah, biasanya aku menggunakan body scrub 2-3 kali seminggu. Inilah saat me time ku di sela-sela perkerjaan rumah tangga yang tidak habis-habisnya. Ya, aku mandi sampai 20-30 menit kalau sudah nge-scrub, karena wanginya bikin betah lama-lama di kamar mandi.

Kandungan yang terdapat dalan Body scrub jolly ini berupa Glutathione yang berfungi mencerahkan dan meratakan warna kulit, menjaga kelembapan dan elastisitas kulit serta kandungan antioksidanya membantu membuat kulit lebih sehat, halus, dan lembut. Makanya setelah nge-scrub kulitku terasa lembab, beda banget seperti biasanya. Lembab dan halusnya pun juga bertahan berhari-hari setelah nge-scrub, jadinya suamiku pun suka elus-elus tangan dan kakiku saat tidur. Hehe.

Selain itu, juga ada vitamin E yang membantu menyejukkan kulit yang teriritasi ringan, merawat kekencangan kulit, menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, serta melindungi kulit dari efek buruk sinar UV. Pantas saja setelah nge-scrub badanku yang awalnya pegal-pegal, jadi segar lagi. Makanya aku setiap kali udah capek, me time dengan jolly body care ini, haha.


Cara penggunaannya mudah saja yaitu dengan mengoleskan body scrub ke seluruh tubuh secara merata, diamkan selama 2-3 menit, lalu gosok secara perlahan sambil dipijat-pijat dengan lembut. Namun, untuk hasil yang lebih maksimal dan suasana me time lebih terasa seperti di SPA, kamu bisa mandi air hangat terlebih dahulu sebelum nge-scrub. Hanya saja jangan terlalu lama mandi air hangatnya, cukup untuk membuat badan basah sebelum dioleskan body scrub.

Mandi air hangat dapat membantu membuka pori-pori kulit sehingga saat proses eksfoliasi akan lebih mudah. Aku bisa merasakan bagaimana sel-sel kulit mati itu rontok semua dari tubuhku setelah proses nge-scrub ini. Jadi, saat dibilas kembali dengan air, kulit terasa halus banget dan bersih. Selanjutnya aku menggunakan Brigtening Shower Scrub agar kotoran yang tersisa bisa tergerus dibawa air bersama busa-busa dari shower scrub.

Brightening Shower Scrub

Tampilan dari shower scrub jolly ini bewarna pink ke oren-orenan dengan kemasan botol bening sehingga kelihatan jelas isi dalamnya. Di bagian luar tertulis keterangan volumenya 300 ml dan ada penjelasan cara pemakaiannya, juga terdapat informasi tentang komposisi, kode BPOM, dan hologram serial kode produk untuk mengecek keaslian produk.


Berbeda dengan Body Scrub, Brightening Shower Scrub ini selalu aku pakai di setiap kali mandi. Memang tidak setiap kali mandi aku bisa me time dengan leluasa, sebab ada kalanya aku harus mandi dengan super cepat karena anak yang terus manggil-manggil. Untungnya shower scrub ini benar-benar bisa mengangkat kotoran di kulit dengan baik, sehingga membuat tubuh jadi bersih.

Sama halnya dengan brightening shower scrub varian lain, varian jolly ini juga mengandung butiran scrub yang halus dan tidak menyebabkan kulit iritasi. Gunanya untuk melembabkan kulit & mencerahkan. Ini yang aku suka banget dari produk Scarlett karena membuat kulit terasa lembab, halus, dan lembut. Cocok banget sama kulitku yang kering.

Bila dirinci kandungannya, terdapat Glutathione yang berfungsi untuk mencerahkan, meratakan warna kulit, melembabkan, dan melindungi kulit dari radikal bebas. Kemudian ada Vitamin E yang dapat mengurangi peradangan, membantu pembentukan kolagen, mempercepat regenerasi kulit, dan mencegah kerusakan kulit. Collagen juga dapat meningkatkan elastisitas kulit, meningkatkan kelembapan kulit, memperlambat penuaan, dan mengurangi kerutan. Pokoknya paket lengkap deh.

Persoalan wangi, jangan ditanya karena hampir setiap produk Scarlett wanginya nepel di hati dan kebawa mimpi, eh. Haha. Maksudnya wanginya khas banget. Brightening Shower Scrub varian jolly ini wanginya berasal dari perpaduan aroma Coffe, Jasmine, Cedar Wood, dan Vanilla. Bisa kebayang gak gimana wanginya tuh, makanya dicobain biar tercium wanginya.

Cara penggunaanya simple banget, cukup tuangkan di tangan dan usapkan ke seluruh tubuh secara merata, lalu gosok perlahan. Menurutku busanya tidak terlalu banyak, tapi lebih licin saat dibalurkan ke seluruh tubuh. Biasanya aku pijat-pijat dulu untuk menghilangkan rasa pegal. Setelah itu, baru dibilas dengan air bersih dan taraa.., badan pun jadi fresh kembali. Tertarik untuk mencobanya?

Nah, biar aroma wangi nempel terus, aku menggunakan Body Serum dan Body Lotion. Cuma aku gak bahas di postingan ini, tapi di postingan berikutnya aku akan membahas tentang kelanjutan body care ini dan memperlihatkan hasilnya setelah satu bulan pemakaian. Di tunggu ya!

Sekadar informasi, kalau kamu mau beli produk Scarlet pilihlah akun resmi penjualan Scarlett di https://linktr.ee/scarlett_whitening. Selain itu, kamu juga bisa mengecek keaslian produk Scarlett dengan membuka link https://verify.scarlettwhitening.com/

Di sini kita akan diminta untuk mengisi nama lengkap, email, kota, no HP, serial kode produk Scarlett yang kita punya. Setelah itu akan terlihat bahwa produk Scarlett yang kita gunakan 100% original dengan serial number nya. 

Kita juga bisa mencocokkan kembali serial number ini dengan yang tertera di hologram pada kemasan Scarlett yang kita punya. Jadi, kita tidak perlu lagi khawatir tentang keaslian produk scarlett yang digunakan. Insyaallah, skincare scarlett aman dan halal digunakan.