Tampilkan postingan dengan label Suvenir Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suvenir Aceh. Tampilkan semua postingan

Kreasi Kasab Aceh di Bantal Sandaran Kursi


Pada umumnya kasab Aceh digunakan untuk dekorasi pelaminan saat acara sunatan atau pernikahan. Sebab penggunaan pelaminan kasab sesuatu yang diharuskan bagi masyarakat Aceh ketika melaksanakan sebuah kenduri sunatan atau pernikahan, bahkan sudah menjadi adat yang diharuskan.

Jadi, kalau kamu pergi ke acara undangan pernikahan di Aceh atau yang menggunakan adat Aceh, pasti ada terpajang pelaminan kasab yang digunakan saat bersanding. Pelaminan itu memiliki ukiran yang beragam, seperti bunga, pucuk rebung, daun-daun dan lainnya yang disulam menggunakan benang kasab bewarna emas.

Pelaminan Kasab Aceh Selatan

Ukiran-ukiran yang disebut sebagai motif tersebut juga mempunyai makna dan filosofi tersendiri sesuai dengan berbagai daerah yang ada di Aceh. Seperti kasab Aceh Selatan misalnya yang menggunakan pelaminan maracu tunggang baliak mempunyai makna dan filosofi di setiap motif yang merangkai pelaminan tersebut.

Untuk lebih jelasnya tentang makna dan filosofinya, silakan baca Mengenal Makna Pelaminan Kasab Emas "Aneuk Jame"

Kreasi Kasab

Sebelumnya aku sudah pernah membuat kreasi kasab Aceh ke baju, gelang, gantungan kunci, dan syal. Namun, kreasi kasab untuk bantal sandaran kursi belum pernah dibuat karena tidak ada permintaan pasar.


Rupanya salah seorang warga Aceh yang tinggal di Jakarta tertarik untuk membuat kreasi kasab Aceh di bantalan sandaran kursi. Setelah bergeleria mencari pengrajin kasab untuk membuat kreasi yang diinginkannya, akhirnya ia menemukan akun instagramku yang memposting video pembuatan kasab.

Singkat cerita akhirnya kami deal untuk membuat kreasi kasab di bantalan kursi sesuai keinginannya. Aku mengirimkan foto-foto motif kasab yang kemungkinan bisa dibuat untuk sandaran kursi. Dari beberapa motif yang kukirimkan, akhirnya ada 7 buah bantal sandaran kursi yang akan dibuatkan benang kasab.

Untuk jenis kainnya, dia sendiri yang memilihkannya dan mengirimkannya langsung dari Jakarta. Kain yang digunakan ialah jenis kain Jaguard dan Valvet. Namun, biasanya untuk menjahit kasab pelaminan, kami menggunakan kain beludru.
Jenis kain Jaguard

Jenis kain Valvet

Oleh karena ini permintaan konsumen, kami pun ikut saja sesuai dengan yang diinginkan. Sebab selama ini kami membuat kasab berdasarkan orderan, jarang sekali yang ready karena mengingat pengerjaannya yang cukup lama dan butuh banyak tenaga.

Untuk mengerjakan pesanan ini, dibutuhkan beberapa pengrajin yang dimulai dari melukis motif kasabnya, menyulam kasab, dan menjahit hasil sulaman kasab tersebut menjadi bantal. Total pengrajin yang terlibat dalam pengerjaan ini ada 4 orang.

Berikut beberapa kreasi kasab Aceh di bantal sandaran kursi yang kami buat lengkap dengan makna dari motif kasab tersebut.

1. Motif Bunga Situnjung 


Bunga situnjung dalam kehidupan nyata tidaklah ada, hanya berupa gambaran pemikiran masyarakat Aneuk Jamee yang dituangkan dalam bentuk yang berupa runcing pada bagian atasnya. 

Motif ini diambil dari pelaminan kasab Aceh Selatan, biasanya terdapat di Maracu. Ada pun makna dari bunga situnjung ini menurut buku Makna Pelaminan Kasab Aneuk Jamee Aceh Selatan ialah keagungan budi nurani masyarakat Aceh Selatan.

2. Motif Tanaman Padi  


Motif tanaman padi ini biasanya terdapat pada bagian dalansi di pelaminan kasab Aceh Selatan. Makna dari motif ini diibaratkan seperti pada yang semakin tua semakin merunduk, jadi kita perlu belajar dari siklus kehidupan padi. Walau usianya cukup pendek, yaitu beberapa bulan saja, tapi mampu mendatangkan banyak manfaat bagi makhluk hidup lainnya. 


3. Motif Tali Air


Motif tali air ini biasanya digunakan di pinggir setiap sulaman kasab. Adapun maknanya ialah sebagai simbol persatuan masyarakat Aneuk Jamee Tapaktuan, Aceh Selatan. 

Kreasi kasab Aceh di kain jaguard warna hitam

4. Motif Daun Kacang dan Pucuk Rebung


Daun kacang yang dimaksud di sini ialah kacang panjang yang daunnya tumbuh menjalar ke depan. Kacang panjang ini sifatnya menjalar maju dan tidak peduli terhadap apa yang ada di depannya. Jika dianalogikan dalam kehidupan, bahwa perjuangan dalam mencapai sebuah tujuan  hidup hendaknya tidak mengenal kata mundur. 

Motif daun kacang biasanya digunakan di banta gadang pelaminan kasab Aceh Selatan. Motif ini dijadikan sebagai tamsilan bahwa kehidupan hendaknya seperti daun kacang yang terus bergerak maju untuk mencapai sebuah tujuan hidup.  

Sedangkan pucuk rebung ialah bentuk dari bambu muda yang biasanya digunakan untuk sayur atau gulai bagi sebagian masyarakat Aceh Selatan. Bentuknya yang lebar pada bagian bawah dan meruncing ke atas bermakna sebagi pucuk pimpinan. 

5. Motif Situnjung di empat sudut


Motif seperti ini biasanya terdapat di alas daluang tempat meletakkan makanan untuk prosesi peusijuk dalam adat pernikahan Aceh. Makna dari motif bunga situnjung sama seperti yang dijelaskan di atas.

6. Motif Pohon Kelapa


Motif ini sebenarnya tidak ada di dalam pelaminan kasab. Hanya saja ada permintaan dari pemesan disuruh buat seperti ini. Ya, sebagai pengrajin kasab kita akan buat sesuai yang diinginkannya.

Kreasi kasab di kain jaguard warna hijau

7. Motif Situnjung di ujung lapiak dalung


Motif ini terdapat pada ujung lapiak dalung. Untuk bantal sandaran kursi yang ini disulam di bahan kain valvet. Nah, bagaimana menurutmu untuk hasil yang ini?

Itulah beberapa kreasi kasab Aceh yang disulam menggunakan benang emas untuk bantal sandaran kursi. Bagi kamu yang mau pesan kasab, silakan hubungi Yell Saints (0852 6008 0834). 

Oia, kasab sulam benang emas ini dibuat secara manual dengan tangan oleh para pengrajinnya. Jadi, butuh waktu lama untuk pengerjannya. Mohon dimaklumi, dengan kondisi ini ya teman-teman. 

Salam dari pengrajin kasab Samadua, Aceh Selatan, Aceh.




Produk Khas Aceh yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

Berbagai produk khas Aceh saat pemotretan di toko Yuyun Bordir

Bulan Februari lalu, aku diajak oleh teman untuk melihat sesi foto produk Aceh di toko Yuyun Bordir. Tempatnya itu di dekat jembatan Pango Jln. Prof. Ali Hasyimi, Kampung Ilie, Banda Aceh. Lokasinya sangat mudah ditemukan karena berada di jalan protokol, sehingga tidak sulit untuk mencari tempatnya.

Aku baru pertama pergi ke tempat itu dan baru tahu ada tempat yang membuat bordiran motif-motif Aceh. Di situ juga ada pemilik produk Aceh lainnya yang juga melakukan foto-foto produk mereka. Berikut aku kenalkan satu persatu produk Aceh yang etnik dan trendy ini.

1. Hi Batik
Beralamat di Jl. Keuchik Hasyem No. 04, Gp. Miruk Krueng, Barona Jaya, Aceh Besar.

Produk ini dibuat oleh seorang pemuda usia 26 tahun lulusan Ilmu Komunikasi Unsyiah, bernama Hikmah Muliadi. Sedikit aneh ya, anak komunikasi merambah ke dunia bisnis, batik pula lagi.

Ternyata ide membuat batik dengan motif Aceh ini, bermula dari seringnya Hikmah meliput acara kerajinan batik di Jawa. Saat itu dia bekerja di salah satu stasiun televisi nasional.

Dia berpikir, kenapa tidak motif Aceh diterapkan ke kerajinan batik? Hobinya yang suka menggambar pun memudahkannya membuat batik lukis dengan motif-motif Aceh. Akhirnya pada tahun 2014, hikmah berhasil membuat kain bakal baju batik Aceh yang diberi merk Hi Batik.


Kain batik ini menurut Hikmah banyak yang pesan untuk barang antaran pernikahan. Selain itu juga diminati untuk oleh-oleh khas Aceh, walaupun harganya mulai dari 150 ribu - 2 juta perpotongnya, tidak menghambat minat pembeli, bahkan kain ini sudah pernah dikirim sampai ke Papua. Wah, menarik kan?

Untuk mempercantik tampilannya, Hikmah membuat kain tersebut seperti kupiah meukutup (topi khas Aceh), sehingga etnik Acehnya nampak banget. Walaupun etnik, tapi juga trendy karena paduan warna dan corak batiknya tetap kekinian.

2. Cilet Coklat


Siapa sih yang nggak kenal dengan produk yang satu ini? Produk ini digemari anak muda banget dan trendy untuk dijadikan kado atau hadiah buat orang tersayang. Produk ini dibuat oleh mantan banker bernama Didi Nuriel yang kemudian resign untuk fokus ke bisnis coklatnya.

Idenya berawal dari ‘kepepet’ kata bang Didi. Saat itu dia ditugaskan mengunjungi lima kabupaten di Aceh untuk melihat para petani coklat. Ternyata kualitas coklat di Aceh luar biasa hebat, tapi sayangnya mereka hanya menjualnya sebagai bahan mentah tanpa diolah menjadi produk lain. Dari sinilah mulai muncul ide kreatifnya untuk mengembangkan usaha coklat di Aceh.



Produk yang diberi brand Cilet Coklat ini mempunyai varian rasa dan packagingyang menarik. Apalagi setiap tahunnya bang Didi terus berinovasi mengeluarkan produk baru. Yang paling kusuka dari produknya ialah coklat dengan bingkisan gambar pahlawan Aceh. Menurutku selain kita bisa menikmati rasanya kita juga mengetahui sekilas tentang pahlawan yang ada di Aceh, sehingga bisa menjadi alat edukasi untuk memperkenalkan pahlawan Aceh.

3. Ija Kroeng

Masyarakat Aceh pasti sudah familiar dengan ija kroeng atau kain sarung. Kebiasaan orang Aceh menggunakan ija kroeng menginspirasi Khairul Fajri Yahya untuk membuat produk dengan brand Ija Kroeng.


Dia ingin mempopulerkan kembali nama Ija Kroeng yang sudah sangat jarang digunakan oleh masyarakat Aceh. Saat ini orang lebih senang menggunakan kata sarong ketimbang ija kroeng, padahal jika ditilik ke masa lampau sarong baru dikenal 200 tahun yang lalu, sedangkan ija kroeng sudah dikenakan sejak 800 tahun yang lalu oleh masyarakat Aceh. Di sinilah peran Ija Kroeng ingin meng-trendykan kembali nama ija kroeng.

4. Yuyun Bordir

Inilah sosok perempuan inspiratif menurutku. Di tengah banyaknya kaum Adam yang mencul sebagai pembisnis, nama Yuyun muncul sebagai pengrajin sekaligus pembisnis yang bergerak pada produk fashion.

Toko Yuyun Bordir sebagai tempat pengambilan foto

Kak Yuyun panggilan akrabnya. Dia merupakan pengrajin bordir yang telah berkiprah sejak tahun 1999. Keahliannya dalam membordir apa saja, didapat dari ibunya yang juga sebagai pengrajin, bernama Huzaimah. Pada zaman Presiden Suharto Huzaimah menerima penghargaan dari presiden sebagai perempuan inspiratif pengrajin bordir motif Aceh.

Kak Yuyun belajar secara otodidak pada ibunya dan terus melakukan inovasi pada produk-produknya. Awalnya hanya sekadar membuat bordir pakaian, tapi pada tahun 2016 kak Yuyun memberanikan diri untuk membuat tas bordir motif Aceh dengan brand Pucȏk.


Tas buatan kak Yuyun memang beda dibandingkan dengan tas motif Aceh lainnya, meskipun harganya mahal mencapai 1,5 juta tapi kualitasnya terjamin dan pastinya memuaskan. Dia sengaja membuatnya sempurna supaya orang yang memakainya tanpak elegan, maka dari itu dia sangat mempertahankan kualitas dari tas buatannya.


Konsumennya pun juga orang kelas atas seperti Ibu Wali Kota, istri para pejabat, dan bahkan Ibu Ani Yudhoyono istri dari manta orang nomor satu di Indonesia ini pun pernah menggunakan tas buatan kak Yuyun. Jadi wajarlah bila harganya segitu, karena disesuaikan dengan kualitas produk dan pasar yang menggunakannya.

5. I Love Songket Aceh (ILSA)


Sebenarnya ini adalah sebuah komunitas anak muda yang ingin mengembalikan kejayaan songket Aceh. Sebagaimana kita ketahui dahulu bahwa Aceh penghasil kain songket terbaik di Sumatera, bahkan Barbara Leight dalam bukunya Tangan-tangan Terampil menyebutkan bahwa “Sutera hasil Aceh yang bermutu tinggi dinilai sebagai kekayaan lebih besar dan akibatnya lebih mahal daripada sutera serupa yang diimpor dari India.”



Orang-orang Belanda, Portugis, dan Perancis yang datang ke Aceh dulunya, juga mengincar kain tenun Aceh yang lebih familiar dengan sebutan Songket Aceh. Bahkan koleksi desain songket Aceh juga disimpan di Museum Leiden, Belanda.


Baca juga tentang Kemegahan Songket Aceh
Tentunya sangat disayangkan bila songket Aceh dilupakan begitu saja tanpa dihargai bahwa itu sebuah maha karya yang luar biasa. Oleh karena itulah komunitas ini hadir untuk mempopulerkan kembali songket Aceh melalui peran anak muda.


Komunitas ini dibentuk pada 31 Oktober 2015 oleh para pemuda Aceh yaitu Azhar Ilyas, Hijrah Saputra, Yudi Randa, Yelli Sustarina, dan Laila Abdul Jalil. Kemudia ILSA merangkul anak muda lainnya yang mempunyai ketertarikan terhadap songkat Aceh.


Saat ini ILSA membuat produk songket yang bisa dimintai oleh kaum muda dengan mengkombinasikan dengan trendynya anak muda. Sehingga songket tidak terlihat kaku dalam penggunaannya karena sudah dimodifikasi dalam bentuk fashion masa kini.

Itulah produk anak Aceh yang patut kita apresiasi. Ayo kita menggunakan produk sendiri dan berbanggalah untuk memakainya, karena kalau bukan kita yang mengenakannya siapa lagi? Kalau bukan saat ini kapan lagi?



Cara Membuat Gelang dari Kasab

Gelang kasab dengan motif rantai


Pada tahu nggak apa itu kasab? Hmm, kalau belum tahu coba baca tulisanku yang ini deh. Ibuku Pengrajin Kasab

Kasab merupakan hasil karya sulam dari benang emas yang dijadikan dekorasi pelaminan untuk acara pernikahan atau sunatan. 

Biasanya kasab hanya bisa digunakan untuk pelaminan, gimana ya kalau kasab dibuat gelang? Bisa nggak ya? Yuk kita lihat caranya.

Gelang kasab

Bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu;

a. Kain beludru sesuai warna yang kamu inginkan
Kamu bisa menggunakan kain beludru
merah, kuning, hijau, biru, dan hitam

b. Banang kasab
Ada dua pilihan warna yang bisa kamu gunakan, perak dan emas

c. Benang merah dan putih

d. Jarum

e. Kayu pamedangen
Kayu pamedangen alat bantu membuat kasab


Cara membuatnya;

a. Potong kain beludru seseuai panjang yang kamu inginkan. 
Ukurannya bisa 20 -140 cm

b. Jika kamu menginginkan warna kain beludru lebih dari satu bisa gabungkan dengan menjahitnnya menggunakan mesin jahit.
Satukan kain dengan menggunakan mesin jahit

c. Buatlah pamedangen dari kayu supaya mudah untuk menjahit di atas kain beludru. Ini merupakan alat bantu untuk menjahit kasab
Pamedangen yang dibuat secara manual

d. Ambil penggaris buatlah dua garis lurus sepenjang 16 cm 
Kamu bisa sesuaikan ukurannya dengan panjang lingkar tanganmu

e. Jahit sesuai motif yang kamu inginkan
Bermacam motif bisa kamu gunakan untuk mempercantik gelangmu

Cara menjahit kasab;

a. Ambil benang kasab kemudian ikuti pola yang telah tersedia 

b. Gunakan benang merah atau putih untuk mengikat benang kasab

c. Jahit sesuai motif yang diinginkan sampai polanya terisi penuh

d. Setelah itu potong kasab dari pamedangen dan bilai menggunakan mesin jahit

Cara menjahit gelang kasab 

Memang sedikit sulit bila kamu belum pernah menjahit kasab, karena ini butuh ketelatenan khusus supaya kamu terampil dalam membuat kasab.

Jika kamu ingin belajar membuat kasab, silakan datang ke Desa Air Sialang Hilir yang merupakan Desa pengrajin kasab sulam benang emas.


Jika kamu ingin memesan suvenir kasab, silakan hubungi no 0852 6008 0834

Gelang kasab

Syal kasab


Gantungan kunci kasab