5 Destinasi Wisata di Malang yang Menarik Dikunjungi Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir
Siapa sih yang nggak bosan terlalu lama berada di rumah? Apalagi hanya melakukan aktivitas yang menoton dan berinteraksi dengan orang itu-itu saja. Stres pun tidak jauh-jauh datang menghampiri, masalah kecil dibesar-besarkan hingga memicu pertengkaran.
Ingin rasanya terbang bebas ke luar sana seperti para burung, hilir mudik tanpa rasa bersalah. Namun, situasi saat ini tidak memungkinkan kita berpergian jauh karena terhambat dengan pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua orang tetap berada di rumah. Jadwal liburan pun harus ditunda dan banyak acara yang batal akibat pandemi Corona.
Semua orang berharap pandemi ini cepat berakhir agar aktivitas berjalan seperti semula. Para tenaga medis tidak perlu lagi mengenakan pakaian power rangers nya saat melayani pasien. Anak-anak bisa kembali bersekolah, dan travelers bisa traveling lagi mengunjugi destinasi wisata menarik yang sempat tertunda.
Seperti aku yang sangat merindukan traveling. Terakhir aku melakukan traveling ke Medan bersama pasangan halalku dua bulan setelah kami menikah. Tepatnya di bulan April 2019, kami mengunjungi beberapa objek wisata di Medan dan menginap di ReDdorz Setia Budi Kota Medan.
![]() |
| Menginap di RedDoorz bersama pasangan halalku saat liburan di Medan |
Sepulang dari liburan tersebut, aku pun hamil yang mengharuskanku tetap berada di rumah karena kondis tubuhku yang lemah. Hampir setahun lamannya aku di rumah saja sehingga membuatku rindu untuk melakukan perjalanan dan berwisata ke tempat-tempat yang menarik.
Setelah melahirkan pada 5 Februari 2020 lalu, aku ingin traveling untuk menghilangkan rasa jenuhku. Namun, sayangnya harus ditunda karena pandemi Covid-19 sedang merajalela. Aku pun harus memperpanjang masa karantinaku sampai waktu pandemi ini berakhir.
Merindukan Wisata di Malang
Pada bulan Oktober 2018, aku pernah mengunjungi kota dingin Malang. Saat itu, aku pergi dengan dua orang karyawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan para pemenang lomba vlog. Aku salah satu pemenang lomba vlog yang dibuat oleh KLHK dan kami pun dibawa mengunjungi Balai Taman Nasional Bromo Tangger Semeru (BTNBTS).
Selain itu, kami juga dibawa ke beberapa tempat wisata menarik di Malang. Ah, rasanya ingin kembali lagi mengunjungi tempat-tempat itu bersama pasangan halalku yang kusebut Adun dan putri kecil kami, Cahya.
Dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di Malang, ada lima destinasi yang begitu berkesan bagiku sampai aku merindukannya untuk datang lagi ke sini. Berikut lima destinasi wisata di Malang yang menarik dikunjungi setelah Pandemi Covid-19 berakhir.
1. Melihat sunrise di Bukit Cinta Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
| Menikmati destinasi wisata di Bukit Cinta BTNBTS |
Setibanya di Kota Malang, kami menuju hotel di Malang tepatnya di Jl. Raya Tulusayu 171 Tulus Besar Tumpang, Kota Malang. Kami tiba di situ pada sore harinya dan bermalam semalam karena subuhnya harus pergi menuju Bukit Cinta di BTNBTS.
Untuk melihat sunrise di Bukit Cinta, kita harus pergi sesebuh mungkin agar tidak ketinggalan momen saat matahari terbit. Kami berangkat tepat pukul 02.00 WIB dan melakukan perjalanan sekitar satu jam melewati jalan berbukit dan berbatu menuju tempat tersebut.
Sesampainya di Bukit Cinta, aku melihat kerumunan orang lengkap dengan pakaian tebal dan kupluk di kepala. Mereka semua merupakan wisatawan yang sedang menunggu kedatangan sunrise. Kami pun berbaur dengan para wisatawan yang datang dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari luar negeri.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya yang ditunggu pun datang. Seberkas cahaya terang muncul dibalik gunung api yang disebut Bromo. Sedikit demi sedikit cahaya itu merangkak meninggi hingga memperlihatkan seluruh bagiannya. Momen ini begitu menakjubkan bagiku karena ini kali pertama aku melihat matahari sangat indah yang dinantikan banyak orang kehadirannya.
![]() |
| Setelah matahari tampak dengan sempurna, aku bisa berfoto dengan latar Gunung Bromo lengkap dengan kupluk di kepala dan mengenakan baju tebal seperti di luar negeri pada musim salju |
Padahal matahari yang kulihat saat aku berada di kampungku sama dengan matahari yang kulihat di Bukit Cinta BTNBTS. Hanya saja ini terlihat lebih mengagumkan sehingga banyak orang yang jauh-jauh datang kemari sekadar melihat sunrise.
Aku pun sangat merindukan momen ini lagi, berharap suatu saat bisa datang kemari dengan keluarga kecilku menyaksikan langsung sunrise di Bukit Cinta BTNBTS.
Baca juga tentang Menunggu Sunrise di Bukit Cinta Bromo Tengger Semeru
2. Menanam bunga edelweiss di Taman Edelweiss Hulun Hyang
Destinasi wisata berikutnya yang bisa kamu lakukan ialah menanam bunga edelweiss di Taman Edelweiss Hulun Hyang. Tepatnya berada di Desa Wonokitri, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur.
Di tempat ini terdapat taman bunga edelweiss yang dikelola oleh kelompok tani Hulun Hyang. Bunga yang dekenal sebagai bunga abadi ini ternyata tidak bisa sembarangan diambil dan dibawa pulang karena bunga ini termasuk salah satu bunga langka yang dilindungi.
Selain itu, bunga ini mempunyai nilai religius dalam melakukan upacara adat bagi masyarakat setempat. Jadi, bagi yang menginginkan bunga ini harus menanamnya terlebih dahulu.
| Bunga edelweiss yang kami tanam saat berkunjung ke Taman Edelweiss Hulun Hyang |
Aku dan beberapa temanku, sempat menanam bunga edelweiss di Taman Hulun Hyang saat berkunjung kemari. Setahun setelahnya, aku mendapat kabar dari salah seorang petani yang bernama Mas Suherman bahwa bunga edelweiss yang kutanam sudah berbunga.
Dia pun mengirimkan paket bunga edelweiss bersama sertifikat kepemilikan bunga tersebut tepat sehari sebelum resepsi pernikahanku. Ini merupakan kado terindah bagiku.
![]() |
| Bunga edelweiss dari hasil tanamanku |
Aku pun sangat ingin melihatnya langsung bunga edelweiss yang kutanam itu bersama keluarga kecilku. Semoga Allah memberi kesempatan bagiku untuk mengunjunginya lagi. Amin.
Baca juga tentang Menanam Edelweiss untuk Mengabadikan Cinta
3. Menaiki Kuda menuju Cekungan Gunung Bromo
Sesampainya di BTNBTS tentunya kita ingin melihat bentuk Cekungan Gunung Bromo dari dekat. Jadi, kita harus melewati padang pasir sekitar sekitar 2 kilometer dari tempat parkiran menuju Cekungan Gunung Bromo.
Di sini disediakan beberapa kuda sebagai alat transportasi yang membawa kita ke Cekungan Gunung Bromo. Tentunya harus mengeluarkan biaya untuk menyewa kuda tersebut. Namun, bagiku yang belum pernah menaiki kuda, ini merupakan pengalaman yang cukup berkesan karena bisa menunggangi kuda layaknya seorang panglima perang.
Untuk melihat cekungan Gunung Bromo, kita harus menaiki ratusan anak tangga hingga tiba di cekungan besar yang mengeluarkan suara dengungan seperti angin kencang. Aku merasa ngeri saat berjalan di pinggir cekungan tersebut walau ada pembatas. Namun, rasa ngeri itu segera berlalu saat meilhat betapa indahnya sunset dilihat dari atas Gunung Bromo.
| Susana sunset di atas Gunung Bromo |
Lagi dan lagi aku sangat merindukan momen ini dan ingin datang kemari bersama keluarga kecilku. Pasti rasanya jauh lebih indah dari kunjungan sebelumnya.
4. Manikmati keindahan alam Coban Trisula
Setelah puas menikmati keindahan alam Gunung Bromo, aku dan teman-temanku diajak ke kawasan Coban Trisula, Kabupaten Malang. Kawasan ini masih berada di BTNBTS, tapi kali ini kami mengujungi air terjun bernama Coban Trisula.
Tempatnya berada di tengah hutan yang sangat asri dikelilingi oleh pohon menjulang tinggi. Untuk menuju Coban Trisula, kita harus menuruni ratusan anak tangga karena air terjunnya berada di lembah.
Di sini kita bisa menghirup udara segar dan menyaksikan berbagai macam jenis burung yang berlalu lalang hingap dari satu pohon ke pohon lainnya. Walau terasa penat kaki ini berjalan menuruni satu persatu anak tangga, tapi semua itu akan segera hilang ketika melihat air terjun Coban Trisula.
Kita pun bisa merendam kaki atau mandi di bawah pancuran air terjun setinggi kurang lebih 30 meter. Jangan tanya bagaimana sejuk airnya, pastinya bisa menghilangkan dahaga dan rasa penat di kaki. Sungguh keindahan alam yang begitu menawan.
![]() |
| Air Terjun Coban Trisula |
5. Bermain di Taman Coban Rais, Batu Flower Garden
Selain destinasi wisata alam yang berada di sekitar BTNBTS, kamu juga bisa menikmati destinasi wisata buatan yang berada di Taman Coban Rais atau yang dikenal dengan Batu Flower Garden.
Di sini terdapat berbagai macam wahana permainan dan spot foto yang instagramable banget. Beruntung kami kemari dibiayai oleh KLHK, jadi bisa menikmati bermacam wahana permainan sesuka hati.
Aku mencoba menaiki sepeda gantung, hammock flying, ayunan ekstrim, dan beberapa wahana lainnya. Asyikya setiap wahana ada tukang fotonya yang sedia mengambil momen indah saat kita menggunakan wahana permainan tersebut. Jadi, bisa sebagai dokumentasi untuk diposting di akun media sosial, tentunya foto-foto ini instagramable banget.
Tempat ini tentu sangat asyik bila aku kunjungi bersama keluarga kecilku. Aku bisa mendokumentasikan momen bahagiaku saat berada di Batu Flower Garden, apalagi dengan adanya Cahya putri kecil semata wayangku pasti lebih seru lagi. Ya Allah, semoga aku bisa kemari lagi suatu saat.
Rencana liburan ke Malang
Setelah berakhirnya masa pandemi Covid-19 ini, aku berencana mengunjungi Kota Malang dengan keluarga kecilku. Tentunya untuk menikmati destinasi wisata yang pernah kukunjungi dulu bersama teman-temanku.
Kali ini, aku akan berlibur bersama suami dan anakku di kota dingin ini. Untuk menghemat biaya, aku mencari hotel murah di Malang. Pilihanku jatuh kepada RedDoorz, walupun murah tapi tidak murahan karena fasilitas yang tersedia lengkap dan nyaman. Cocoklah buat keluarga kecilku.
Dulu aku juga pernah menginap di RedDoorz saat berlibur di Medan. Aku tekesan dengan kemudahan fasilitas yang diberikan RedDoorz. Lokasi penginapan ini pun tersedia di berbagai tempat sehingga kami bisa menyesuaikan dengan jarak terdekat dengan destinasi wisata yang kami kunjungi, jadi bisa lebih hemat karena jarak dari penginapan dan objek yang kami kunjungi bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki.
Selain itu, tarif permalamnya cukup murah, yaitu mulai dari Rp99 ribu lumayanlah bisa terjangkau dengan fasilitas yang memadai. Bagiku yang paling penting hotel ini dilengkapi dengan WiFi, kamar tidur dan kamar mandi yang bersih sehingga aku bisa nyaman beristirahat melepaskan lelah setelah puas jalan-jalan.
Recanaku nanti sesampainya di Malang, aku juga menginap di RedDoorz yang ada di sana. Aku mencari RedDoorz terdekat dengan destinasi wisata yang akan kukunjungi. Pilihanku jatuh ke RedDoorz Bromo Tosari karena lokasinya dekat dengan TNBTS dan destinasi wisata yang akan aku kunjungi.
Asyiknya lagi, aku bisa pesan kamar secara online sebelum aku tiba ke Kota Malang. Jadi, setibanya di Malang aku bisa langsung chekin di penginapan tanpa sibuk-sibuk lagi mencari penginapan murah. Tentunya untuk menghemat waktu dan uang juga, apalagi nanti aku membawa balita di liburan kali ini. Semua harus terencana dan dipersiapkan secara matang.
Semoga rencanaku berlibur ke Malang setelah masa pandemi ini bisa kesampaian ya. Mohon doanya semua agar pandemi Covid-19 segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti semula.
Nah, bagi kamu yang juga tertarik mengunjungi Kota Malang setelah masa karantina ini berkahir, silakan coba menikmati lima destinasi menarik di atas ya. Aku jamin, kamu pasti akan merindukannya lagi untuk bisa kembali ke tempat tersebut.
![]() |
| Selamat datang di Malang |






























