Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

Serunya Liburan ke Medan dengan Traveloka Xperience


Dua bulan setelah menikah, aku dan suami melakukan traveling ke Medan. Sebenarnya traveling kali ini sangat mendadak karena tujuan utamaku ialah mengikuti kegiatan Kemah Literasi yang diadakan oleh Indonesia Melek Media (IMMedia). 

Dikarenakan acaranya akhir pekan, suami pun menyusulku ke Kota Medan supaya kami bisa menikmati weekend bersama di Kota Metropolitan ini. Jarak antara Medan dan Aceh, tidaklah begitu jauh, hanya butuh waktu satu malam untuk sampai kemari. 

Biasanya transportasi dari Aceh ke Medan menggunakan mobil L300 atau bus. Suamiku memilih menggunakan mobil L300 karena berangkat dari Aceh Selatan. Dia berangkat pada malam hari dan tiba pada pagi Minggu, 28 April 2019. 

Kami cuma punya waktu dua hari di sini karena besok malamnya harus balik lagi ke Aceh lantaran suami harus masuk kerja pada Selasa, 30 April 2019. Dalam waktu sesingkat itu apa yang bisa kami lakukan di Kota Metropolitan ini? 

Semua ada di Traveloka Xperience

Medan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara dan termasuk sebagai kota metropolitan terbesar ketiga di Indonesia. Jika Jawa Barat memiliki Bandung sebagai Paris van Java, Medan justru disebut-sebut sebagai Paris van Sumatera. Tak heran banyak warga Aceh yang datang kemari untuk menikmati kemewahan dan berbagai fasilitas menarik di Kota Medan di akhir pekan. 

Berbagai macam hiburan dan atraksi ada di sini, bahkan kota ini dijadikan sebagai tempat tujuan belanja dan bersenang-senang warga Aceh. Kami kemari tentunya ingin menikmati itu semua, terutama ingin merasakan bagaimana menonton di bioskop, maklum di Aceh masih terkendala dengan keberadaan biosko. Jadi, pilihan terdekatnya ialah kota tetangga, yaitu Medan. 

Namun, sayangnya kami tidak mendapatkan itu semua. Selain karena waktunya yang terlalu singkat, kami pun minim informasi terkait layanan perjalanan yang tersedia di kota ini. Kami, hanya bisa mengunjungi beberapa tempat seperti Istana Maimun dan Mahattan Mall, tapi tidak sempat nonton di bioskop karena antrian tiket yang begitu panjang. 

Istana Maimun di Kota Medan

Selebihnya kami menghabiskan waktu bersama di hotel karena suami kelelahan. Begitu juga aku yang sangat kelelahan pasca ikut kegiatan Kemah Literasi. Sebenarnya aku ingin memanjakan diri dengan body spa yang disediakan salon kecantikan terbaik di kota ini. Namun, lagi, lagi aku tidak mengetahui informasi layanan tersebut. 

Akhirnya liburan kami berlalu begitu saja, tanpa banyak pengalaman seru yang bisa dinikmati di sini. Aku berharap suatu saat bisa balik lagi ke Kota Medan karena aku ingin mendapatkan pengalaman seru yang ada di kota ini. 

Pucuk dicinta, ulam pun tiba begitu kata pepatah lama. Traveloka Xperience menjawab semuanya karena layanan perjalanan dari Traveloka ini meluncurkan 12 fitur baru yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman penggunanya, terutama generasi milenial. 

Dengan 12 fitur layananan yang disediakan, Traveloka Xperience bisa dijadikan panduan untuk mencari ide saat perjalanan, meskipun perjalanan mendadak seperti yang kualami sebelumnya dengan suami. 

Penasaran dengan fitut-fitur tersebut, aku pun membuka layanan Traveloka dengan tujuan destinasi Medan. Ternyata wow, semua ada di sini. Andai dulu diluncurkan pada bulan April saat aku berlibur di sana, tentu aku bisa mendapatkan pengalaman seru selama di Medan. Namun, Traveloka Xperience baru diluncurkan pada akhir Juni 2019. 

Launching Traveloka Xperience di bulan Juni 2019

Namun, dari sekarang aku mulai mewanti-wanti kalau nanti ke Medan akan menggunakan layanan Traveloka Xperience. Apa saja sih layanan yang tersedia di situ dengan tujuan Medan? 

1. Atraksi 

Produk ini menyediakan tiket masuk ke berbagai wahana rekreasi dalam dan luar negeri. Menariknya pengunjung yang membeli tiket melalui Traveloka Xperience akan terbebas dari antrian dan tidak perlu mencetak tiketnya. Tentunya ini sangat menghemat waktu bila pergi berlibur dalam waktu singkat. 

Untuk atraksi terbaik di Medan, Traveloka Xperience telah menyediakannya lengkap dengan harga tiketnya dan cara memperolehnya. Jadi kita bisa memilih wahana terbaik mana yang sesuai dengan budget kita. 


2. Spa dan Kecantikan 

Layanan Spa dan Kecantikan di Traveloka Xperience meliputi rias wajah, perawatan kuku, potong dan cat rambut, hingga pijat relaksasi. Kalau aku sih, milihnya layanan pijat relaksasi supaya badan tetap fit selama perjalanan. 

3. Bioskop 

Ini merupakan tujuan utamaku ke Medan yaitu ingin merasakan bagaimana nonton di bioskop. Dulu aku Cuma keliling Mahatan Mall saja, tanpa bisa nonton karena harus mengantri beli tiket. Nah, dengan adanya Ttraveloka Xperience ini aku bisa langsung nonto karena tiket sudah ada di tangan, jadi bisa menghemat waktu. 

4. Taman Bermain 

Traveloka Xperience menawarkan produk Taman Bermain yang menyediakan ulasan dari pengguna lain untuk memudahkan proses seleksi sebelum membeli tiket masuk. Mungkin nanti sewaktu-waktu aku menggunakan fitur ini saat ke Medan kalau sudah ada anak. Semoga saja, Amin. 


5. Hiburan 

Berbagai hiburan menarik juga tersedia di Traveloka Xperience ini seperti karoke, escape room, hingga ice skating. Di Medan tentunya cukup banyak tawaran hiburan yang menarik di hati, tingal pilih saja sesuia selera dan budgeting nya. 

6. Event 

Sebuah keberuntungan bila ke destinasi wisata tujuan berbarengan dengan event yang sedang diselenggarakan di sana. Nah, di Traveloka Xperience juga menyediakan hal itu seperti konser, pertunjukan teater, pameran seni, dan lainnya. 

7. Tur 

Fitur ini yang paling penting, bagaimana melihat kesempatan di setiap tur perjalanan yang ditawarkan. Di sini kita bisa memilih tur mana yang bisa diambil di setiap perjalanan yang dilakukan. 

8. Pelengkap Travel 

Traveloka Xperience menyediakan pelengkap travel sebagai layanan pembelian paket internet, juga penyewaan WiFi selama perjalanan. Selain itu, juga tersedia jasa fotografer untuk mengabadikan perjalananmu. 

9. Olahraga 

Tidak hanya liburan, tetapi Traveloka Xperience juga menyediakan layanan bagi kamu yang ingin memulai gayahidup sehat. Berbagai jenis olahraga disiapkan, mulai dari yang melatih otot dan konsentrasi, hingga menguji adrenalin juga terdapa di sini. 

10. Makanan dan Minuman 

Salah satu yang dicari wisatawan saat liburan ialah kuliner khas dan terkenal dari daerah tersebut. Bila kita baru pertama kali ke tempat tersebut, tentu akan menyulitkan dan membutuh waktu lama untuk menuju tempat kuliner yang dimaksud. 

Untungnya Traveloka Xperience mengerti dengan kesulitan itu dan menyediakan fitur destinasi kuliner yang tersedia di daerah tersebut. 

11. Kursus dan Workshop 

Fitur ini menydiakan berbagai kegiatan workshop dengan beberapa kategori kegiatan seperti melukis, memasak, menari, dan juga tersedia untuk anak-anak. 

12. Transportasi 

Ini yang paling penting bagi traveler, yaitu transportasi. Tanpa transportasi, masak sih mau pergi jalan kaki? Butuh waktu lama dong. Jadi,di Traveloka Xperience menyediakan layanan transportasi umum dengan mudah. Pembelian tiket juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu repot-repot lagi memikirkan urusan transportasi karena ada Ttraveloka Xperience yang menanganinya. 

Itulah 12 fitur traveloka yang membuat #XperienceSeru saat traveling. Semoga saja aku bisa menikmati liburan seru berikutnya di Kota Medan. 

*Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog #XperienceSeru dengan Traveloka. 



Perjuangan Mengikuti Kemah Literasi di Sumatera Utara

Peserta Kemah Literasi

“Pak, Yel tidak jadi ikut Kemah Literasi,” ujarku kepada Yarmen Dinamika, Pembina Forum Aceh Menulis (FAMe). 

“Lo, kenapa?” jawabnya yang heran atas keputusanku. 

Padahal, empat hari sebelumnya, aku begitu bersemangat mengabarkan atas kelulusanku dalam seleksi Kemah Literasi yang diadakan Indonesia Melek Media (IMMedia) di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada 25-28 April 2019. Kegiatan ini tidak ditanggung panitia biaya keberangkatannya dan justru pesertalah yang harus investasi dengan membayar sejumlah uang untuk biaya pendaftran. 

Aku sangat ingin mengikuti kegiatan berskala nasional ini karena orientasinya bagus untuk pengembangan FAMe ke depan sebagi komunitas yang fokus terhadap literasi di Aceh. Oleh sebab itu pula aku mendaftarkan diri atas nama FAMe. Namun, karena acaranya dibuat pada akhir bulan, di tengah kondisi keuanganku yang saat itu sedang menipis, maka aku batalkan untuk ikut serta dalam kegiatan penting ini. 

Akhirnya aku bisa mengikuti kemah literasi dan mengunjungi Kampung Nelayan
Uang yang aku simpan untuk keberangkatan ke Medan sebelumnya kugunakan untuk pulang ke kampung halaman, Aceh Selatan, untuk bisa ikut pemilu. Sebenarnya aku bisa saja mencoblos di Banda Aceh dengan meminta keterangan form A5, tapi ibu memintaku pulang untuk memilih di kampung karena pascanikah bulan Februari lalu, aku belum pernah pulang. Akhirnya duit itu terpakai untuk biaya pulang kampung yang jumlahnya sama dengan biaya ke Medan dari Banda Aceh. 

Sebenarnya, aku bisa saja memanfaatkan momen pemilu dengan menerima uang dari beberapa calon legislatif (caleg) yang mengandalkan praktik politik uang untuk membeli suara pemilih. Bahkan ada beberapa tim sukses (timses) caleg yang menawarkan uang dengan jumlah lumayan besar kepadaju, tapi aku menolaknya. 

Bila orang di sekitarku menjadikan momen itu sebagai ‘aji mumpung’ untuk mengumpul rupiah, biarlah mereka saja yang bersikap begitu. Tapi aku memilih untuk tidak terlibat di dalamnya. Sudah menjadi rahasia umum waktu pemilu lalu bahwa praktik uang begitu menjamur di daerahku. Namun, aku tetap memegang prinsip bahwa suaraku independen dan tak perlu dibeli. 

Akhirnya ketika balik ke Banda Aceh aku hanya menyisakan beberapa lembar uang lima puluhan ribu yang cukup untuk ongkos mobil dan biaya makan. Sedangkan honorarium menulis dan kerja paruh waktuku baru keluar awal bulan Mei. Mencari pinjaman pun juga sulit karena kondisinya di akhir bulan, makanya aku putuskan untuk membatalkan ikut acara Kemah Literasi tersebut. 

Orang baik 

Salah satu teman baik yang aku jumpai saat Kemah Literasi

“Kalau begitu, FAMe akan tanggung semua biaya pendaftaran Yelli. Untuk transportasi, Yel bisa naik bus saja dan uangnya coba pinjam di pegadaian dulu karena jangka waktunya sebentar. 

Dulu saat saya kuliah, ketika orang tua saya telat mengirimkan uang belanja maka pegadaianlah solusinya,” ujar Yarmen kepadaku. Ia juga mengomunikasikan di grup WhatsApp FAMe perihal kendala finansial yang sedang aku hadapi. Rupanya ada teman yang berbaik hati mengirimkan sejumlah uang kepadaku untuk keberangkatan ke Medan. 

Akhirnya, H-2 kegiatan Kemah Literasi, aku segera menghubungi panitia dan mengatakan aku ikut dalam kegiatan tersebut. Untungnya panitia masih mengizinkanku menjadi bagian dari peserta Kemah Literasi. Nasib baik pun kembali berpihak kepadaku, honorarium tulisan atas kerja sama dengan Traveloka di bulan Maret lalu masuk ke rekening sehingga aku tak perlu meminjam uang di pegadaian lagi. Aku pun berangkat Kamis malam, 25 April 2019 menggunakan bus menuju Kota Medan. 

Lagi-lagi aku berjumpa dengan orang baik. Saat di bus, aku bersebelahan duduk dengan seorang pria paruh baya yang hendak menuju Kota Lhokseumawe. Aku menawarkannya roti untuk membuka pembicaraan sehingga aku ada teman berbicara saat di bus. Rupanya saat makan malam di Grong Grong, Pidie, dia membayar semua makananku. Saat sarapan pagi di Medan pun demikian, aku ditraktir makan oleh teman yang juga peserta Kemah Literasi berasal dari Lhoksemawe. Ucapan terima kasih yang bisa saya ucapkan kepada orang-orang baik tersebut dan berdoa agar Allah memberkahi hidup mereka. 

Kampung nelayan 

Kampung Nelayan Seberang di Belawan, Medan yang merupakan tujuan Field Trip Kemah Literasi

Setelah bertemu panitia, kami pun menuju ke Balai Pertanian dan Penyuluhan Perikanan di Belawan, Medan, tempat penginapan dan tempat acara dilaksanakan. Butuh waktu satu jam untuk sampai ke sana menggunakan angkutan umum (angkot) dengan jalan berlubang yang mengaduk-aduk isi perut. 

“Beginilah kondisinya karena sering mobil besar muatan barang melalui jalan ini sehingga membuat jalan yang sudah di aspal ini menjadi rusak,” ujar salah seorang panitia. 

Sesampainya di sana, kami letakkan barang-barang kemudian makan siang karena setelah itu kami harus ke Kampung Nelayan Seberang yang berada di Dusun 14 Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Untuk menuju ke sana kami harus naik angkot lagi setengah jam, kemudian sesampai di dermaga harus menaiki perahu untuk menyeberang ke kampung nelayan. 

Jaraknya tak terlalu jauh, hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk sampai ke sana, tapi yang membuat aku takjub dan terheran-heran ialah kondisi kampung tersebut. Rumah warga di kampung nelayan ini dibangun dari kayu. Disangga dengan tiang-tiang dari pohon bakau. Untuk menghubungkan antara satu rumah dengan rumah lainnya, dibangun jembatan yang juga bermaterial kayu dan hanya bisa dilalui pejalan kaki. 

Pondok Belajar Arnila di Kampung Nelayan Sebrang
Di kampung ini juga terdapat sekolah dasar, musala, pos kesehatan desa (poskesdes), dan areal pemakaman. Uniknya pemakaman ini berada di antara tanaman bakau yang ditimbun tanah sehingga membentuk delta dan bila air laut sedang pasang maka pemakaman ini terendam dan rumah-rumah warga terapung. 

Seperti perkampungan pada umumnya, aktivitas warga di sini juga berlangsung normal. Saya melihat bagaimana anak-anak asyiknya bermain di atara pepohonan bakau yang menyangga rumah mereka, para ibu yang duduk bersantai sambil tersenyum ramah menyambut kedatangan kami, dan alunan musik berasal dari salah satu rumah warga yang sedang asyik karaoke. 

Aktivitas di Kampung Nelayan

Meskipun rumah mereka berdempetan dan banyak sampah di sekitarnya, tidak membuat mereka mengeluh dengan keadaan ini. Mereka justru senang tinggal di permukiman yang, menurut saya, tidak layak untuk ditempati ini. Namun, ternyata mereka senang dan bahagia tinggal di sini. “Saya sudah delapan tahun tinggal bersama anak dan saya merasa lebih nyaman tinggal di sini daripada di tempat tinggal sebelumnya,” ujar salah satu warga yang bernama Siti kepada saya. 

Nah, begitulah. Masing-masing orang punya taste dan kriteria tersendiri dalam memaknai hidup layak dan hidup nyaman. 

Alat transportasi menuju ke Kampung Nelayan
Artikel ini sudah pernah diterbitkan di koran Serambi Indonesia, edisi 2 Mei 2019.

Traveling Sambil Kerja, Kenapa Tidak? Ini Tipsnya

Tangse, Kabupaten Pidie

Yang namanya hobi tetap harus disempatin, walaupun sedang ada kerjaan. Beruntung pekerjaanku sebagai penulis membuatku leluasa untuk menyalurkan hobiku yaitu traveling. Desember 2018 lalu, aku terikat kontrak dengan Forum Bangun Aceh (FBA) untuk menulis success story beneficiaries (penerima manfaat) dampingan mereka. Khususnya untuk penyandang disabilitas dan disabilitas psikososial. 

Aku harus mendatangi satu persatu untuk mewawancarai beneficiaries dari FBA di wilayah Aceh Besar dan Pidie. Meskipun harus masuk dan keluar kampung yang tidak kukenali, tapi itu menjadi daya tarik tersendiri bagiku. Apalagi mendengar kisah dari beneficiaries yang membuatku mengurut dada bersyukur atas apa yang aku miliki saat ini. 

Saat berkunjung ke salah satu KSM di Pidie

Bukan perkara mudah menghadapi mereka karena aku harus memilih kata yang tepat saat berkomunikasi dengan mereka. Tambahnya aku baru pertama kali berjumpa dengan mereka sehingga hubungan kepercayaan dan keterbukaan tidak sepenuhnya terjalin. Aku harus pandai-pandai menggali informasi agar mereka mau menceritakan tentang kisahnya. 

Kata-kata seperti ‘cacat, gila, gangguan, rumah sakit jiwa, dan tidak berguna’ harus diganti dengan kata-kata yang lebih halus sehingga tidak membuat mereka tersinggung. Aku selalu berhati-hati bertanya dan menghindari pertanyaan yang membuat mereka emosi. Namun, ada juga di antaranya yang meneteskan air mata saat bercerita kepadaku atas luapan emosi yang dirasakannya. 

Saat mewawancarai benefeciaries

Kemudian aku arus menuliskan kisah mereka tersebut untuk dibukukan, termasuk kisah sukses Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dampingan FBA. Itulah pekerjaanku selama satu bulan, bertemu dengan orang-orang luar biasa dan mengunjungi berbagai tempat yang tidak biasa. 

Kadang, aku juga jenuh dengan semua itu, menjadi pendengar lalu berkutat dengan kata-kata yang harus kurangkai menjadi sebuah tulisan supaya enak dibaca. Aku pun mencari cara agar bisa traveling membunuh rasa jenuhku itu di sela-sela pekerjaanku. Targetku ialah di daerah penghasil emping melinjo, yaitu Kabupaten Pidie. 

Manfaatkan Teman untuk Diajak Traveling

@riosphotos (Bang Rio) pengelola akun youtube Rio De Jak Siuroe

Saat berada di daerah orang, inilah pentingnya punya teman. Tentunya teman yang bisa diajak jalan menikmati daerahnya. Selesai mewawancarai narasumber di beberapa daerah yang kutuju, aku mempunyai waktu luang setengah hari. Dari pada hanya berdiam diri di kamar hotel, aku pun membuat status ajakan di snapchat whats app (WA) berharap ada yang mau menemaniku traveling

“Yang sedang di daerah Pidie dan sekitarnya, jalan yuk. Aku butuh traveling ni di tempat menarik dan instagramable daerahmu.” Tulisku di WA.

Tidak butuh waktu lama, langsung ada yang membalas snap-ku. Asyik ya, punya teman yang mempunyai hobi yang sama. Aku langsung ‘dijapri’ oleh @riosphotos dan @akbarrafs, lalu setelah memberi tahu posisiku mereka pun menjemputku di penginapan. Mereka berdua adalah teman steemitku yang suka banget traveling dan sebelumnya aku pernah pergi traveling dengannya. Jadi, tidak ada rasa khawatir saat mereka membawaku pergi untuk menjelajah daerah mereka. 

Benteng Peninggalan Jepang 

Akbar yang sedang mencoba mengambil foto terbaikku.

Tujuan kami ialah ke Benteng Peninggalan Jepang di daerah Mantak Tari, Simpang Tiga, Sigli. Kami membutuhkan waktu sekitar 20 menit perjalanan menggunakan sepeda motor dari tempatku menginap di pusat kota. Aku begitu menikmati perjalanan ke daerah pantai ini karena emang aku suka banget dengan pantai. 

Di sepanjang jalan aku melihat beberapa gubuk berdiri di tanah berpasir yang dipenuhi sampah.

“Itu rumah orang miskin,” ujar Bang Rio kepadaku. 

“Benaran? Bagaimana mereka bisa tinggal di rumah itu?” jawabku. 

Salah satu tempat yang terbidik oleh kameraku

Bang Rio yang suka bercanda membuat perjalanan kami terasa menyenangkan, walau kadang perkataannya sulit dibedakan antara serius atau candaan. 

Kami pun tiba ke lokasi benteng yang dimaksud. Di sana ada beberapa kios kecil tempat orang berjualan, terlihat beberapa warga yang sedang asyik duduk menikmati keindahan pantai di sore itu. 

Pantai tersebut ditanggul dengan bebatuan besar sehingga menghalangi pandangan. “Kok sudah berubah tempatnya ya? Dulu nggak kayak gini,” kata Akbar. 

Pantai yang kini bertanggul batu

Benteng yang kami tuju pun kini terendam air laut, beberapa di antaranya memang tidak kelihatan lagi temboknya. Kami mendekat dan memerhatikan benteng yang katanya peninggalan tentara Jepang tersebut. 

Awalnya aku mengira benteng ini hanya ada di Sabang, rupanya Kabupaten Pidie juga mempunyai beberapa benteng peninggalan Jepang. Sama halnya dengan benteng Jepang di Sabang, benteng di Pidie terbuat dari beton cor bertekstur kasar dengan ketebalan sekitar 50-100 cm. 

Di sekelilingnya terdapat lubang pengintai yang berfungsi sebagai tempat meletakkan meriam. Selain itu, benteng ini juga digunakan sebagai tempat berlindung tentara Jepang dari serangan lawan. Begitu penjelasan yang kudapat dari Akbar dan Bang Rio. Sayangnya benteng-benteng ini tidak terawat seperti di Kota Sabang karena banyak sampah di sekitarnya. 

Benteng peninggalan Jepang yang kini terendam air laut

Pantainya yang landai berwarna kehitaman dicemari oleh sampah botol plastik, bungkus makanan, dan sebagainya sehingga terkesan jorok. Pemerintah di sini abai dengan tempat ini sehingga hanya sebagian orang yang tahu tempat ini mempunyai nilai sejarah dan indah bila dibersihkan. 

Jam sudah menujukkan pukul 18.09 WIB pertanda hari sudah petang. Aku merasa aneh mataharinya tidak tenggelam di seberang lautan, tapi bersembunyi di balik gunung. Sangat berbeda di daerahku Aceh Selatan yang bila matahari tenggelam selalu masuk ke dalam lautan. Namun tidak untuk di sini, cukup unik. Saat sunrise mataharinya malah keluar di balik lautan, lucu ya? 

Arah matahari tenggelam

Setelah puas menikmati pantai sambil mengabadikan beberapa foto diri di tempat tersebut, kami pun pulang. Pemandangan sore itu semakin indah dengan cuaca yang sangat cerah. Rasa lapar pun menghampiri kami dan aku hawa makan mie kepiting. 

Bang Rio mengajakku singgah di sebuah kios tempat menjual kepiting hidup dan aku bebas memilih kepiting yang kusuka. Sedangkan Akbar dan Bang Rio lebih memilih udang dan kami membawanya ke sebuah warung untuk dimasak. 

Kepiting pilhanku

Tiba di Kota Sigli, hari pun sudah gelap dan kami singgah ke sebuah masjid untuk melaksanakan salat maghrib berjamaah. Setelah itu, barulah kami pergi ke warung untuk menunggu sajian mie kepiting dan udang yang kami beli sebelumnya. 

Meskipun perjalanannya singkat, tapi aku sangat menikmati kebersamaan dengan mereka. Aku tidak merasa sendiri ketika berada di daerah lain, selama ada teman yang mempunyai hobi sama denganku. Setelah makan malam dengan menu berat, Bang Rio pun mengantarkanku ke penginapan. 

Besoknya aku diajak lagi untuk pergi memancing ikan ke tengah laut menggunakan rakit buatan yang dibuat warga Gampong Mantak Tari. Namun, sayangnya aku harus menyelesaikan perkerjaanku dan kembali lagi ke Banda Aceh. Semoga di lain waktu aku bisa traveling lagi bersama Bang Rio dan Akbar ya. 

Tips traveling sambil kerja 

1. Manfaatkan media sosialmu untuk menyasar teman-temanmu yang berada di kota yang kamu tuju. 

2. Cari teman yang mempunyai hobi sama denganmu dan sudah kamu kenali sebelumnya. 

3. Selesaikan dulu pekerjaanmu sehingga tidak membuatmu kepikiran tentang pekerjaan. 

4. Baiknya dilakukan di hari terakhir setelah perkerjaan utamamu selesai. 

5. Berbagi rezekilah dengan teman-temanmu dari uang jalan yang kamu terima, paling tidak traktir mereka makan dan uang bensinya. 

6. Pastinya saat kamu kunjungan kerja berikutnya akan banyak yang menunggu kedatanganmu. 

Itu tips dari Yellsaints. Perlu dicatat, traveling tidak sekadar hanya menikmati keindahan tempat yang kita tuju, tapi juga melihat keadaan sosial di sekitarnya sehingga menjadi pembelajaran buat kita. Selamat mencoba.



Empat Wisata Ramah Anak di Kota Medan


Di penghujung tahun ini bertepatan dengan liburan sekolah anak-anak. Tentunya ini menjadi momen yang pas untuk membawa anak-anak liburan ke tempat wisata yang ramah anak. 

Aku sih memang belum mempunyai anak, nikah aja belum bagaimana mempunyai anak? Hehehe. Eits, tapi aku mempunyai dua keponakan yang sudah kuanggap seperti anak sendiri. Pasalnya mereka sangat dekat denganku dan selalu menunggu kepulanganku. 

Aku tinggal di Kota Banda Aceh sedangkan mereka berada di kampungku Aceh Selatan. Setiap kali aku pulang kampung, pasti ada-ada saja permintaan dari kedua jagoanku itu yaitu Alfath dan Rafqi. 

Alfath dan Rafqi

Apalagi di liburan kali ini, aku sudah berjanji akan pulang kampung dan akan membawa mereka jalan-jalan. Aku sangat berkeinginan untuk membawa mereka berwisata ke luar kota. Sepertinya Kota Medan adalah tempat yang tepat karena jaraknya tidak jauh dari Aceh Selatan kampungku. Hanya butuh waktu delapan jam untuk sampai ke kota metropolitan ini. 

Bila Tuhan mengizinkanku membawa mereka, ada empat tempat wisata di Kota Medan yang menurutku ramah anak dan menjadi tempat tujuan kami. Berikut tempat wisata yang bisa aku kunjungi nantinya bila kemari. 


1. Kebun Binatang Medan 

Tempat ini lebih dikenal dengan Medan Zoo. Terdapat lebih dari 200 jenis hewan termasuk burung, reptil, dan mamalia langka ada di sini. Tentunya Medan Zoo bisa menjadi tempat wisata dan edukasi buat Rafqi dan Alfath. Aku bisa mengenalkan jenis-jenis bintang dan warnanya yang biasa hanya mereka lihat di buka bergambar. 

Sumber foto ; https://www.liputan6.com/lifestyle/read 
Medan Zoo yang berlokasi di Jalan Bunga Rampe IV, Simalingkir Kota Medan, dibangun pada tahun 2005. Tempat ini juga dilengkapi dengan taman bermain dan tempat outbound. Berbagai permainan seperti flying fox, sungai kecil dengan jembatan tali, kolam bola, ayunan dan plosotan bisa dinikmati oleh dua keponakanku yang saat ini berusia tiga dan tujuh tahun. 

2. Taman Edukasi Avros 

Tempat berikutnya yang bisa dikunjungi ialah Taman Edukasi Evros yang berada di tengah Kota Medan. Walau pun berada di kota, tempat yang dibangun pada tahun 2014 ini banyak terdapat pepohonan dan lahan pertanian karena memang ditujukan sebagai tempat wisata alam. 

Sumber foto ; http://medan.tribunnews.com

Di sini kita bisa menanam bibit sayuran dan belajar cara menjaga lingkungan. Tentu ini menjadi daya tarik bagi kedua keponakanku. Mereka juga bisa mengenal tanaman obat karena tedapat apotik hidup yang segaja ditanam. 

Sayangnya keponakanku masih kecil-kecil banget, kalau sudah besar bisa aku bisa bawa mereka ke lokasi outbound. Namun, bila kamu pergi bersama anggota keluarga lainnya bisa mengikuti kegiatan seperti flying fox, paint ball, memanah dan lainnya. Kalau aku sih lebih memilih bermain di taman bermain yang lokasinya di dekat sungai bareng Alfath dan Rafqi. 

3. Hairos Waterpark 

Hairos Waterpark merupakan hasil renovasi dari Hairos Indah wahana kolam lama yang sudah ada di Medan sejak tahun 2005. Kemudian tempat ini dibuka kembali pada tahun 2010 dengan nama baru Hairos Waterpark. 

Sumber foto ; http://medan.tribunnews.com

Terdapat wahana air seluas 17 hektar untuk anak-anak dan orang dewasa yang dilengkapi dengan berbagai permainan seperti kolam air mancur, air terjun, ombak, dan perosotan raksasa. Tentunya semua anak akan tertarik banget datang ke tempat yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting Kilometer 14,5 Pancur Batu. Aku bisa membayangkaan bagaimana senangnya dua keponakanku bila kuajak kemari. 

4. Wonders Water World 

Wahana air yang bisa kamu kunjungi selain Hairos Waterpark ialah Wonders Water World yang berlokasi di Jalan Padang Golf CBD, Medan Polonia. Taman air ini memiliki lima jenis perosotan yang memacu adrenalinmu, yaitu pipe line, topsy turvey, tunnel twister, bullet bowl, dan super loop. Penasarankan dengan pelosotannya? Aku juga. 

Sumber foto ; https://kartikariani.wordpress.com

Selain itu, juga ada kolam ombak, air terjun, dan kolam anak-anak dengan berbagai permainan. Ada yang perlu kamu tahu ketika datang kemari yaitu petugas di kolam tidak mengizinkan pengunjung bila membawa bakal makanan berat ke tempat ini. Jadi, bawa makanan ringan saja ya! 

Penginapan untuk Keluarga 

Tentunya bila kamu datang liburan ke Medan membutuhkan penginapan untuk keluarga. Nggak mungkinkan tinggal di tempat saudara apalagi membawa anak-anak. Namun, jangan khawatir karena sekarang ada penginapan murah, tapi nyaman untuk keluarga. 

Sumber foto ; https://biz.kompas.com/

Kamu bisa menemukan akomodasi ramah keluarga lewat Airy Rooms. Di sini kamu mendapatkan penawaran hemat dengan fasilitas standar yang akan membuat keluarga merasa nyaman. 

Fasilitas yang tersedia seperti AC, kamar mandi dengan air panas dan pancuran, TV, perlengkapan mandi, tempat tidur empuk dan bersih yang membuat anak-anak senang. Selain itu, penginapan yang disediakan Airy Rooms juga mempunyai fasilitas Wi-Fi yang bisa kamu akses 24 jam. 

Kamu bisa memesan hotel yang nyaman dan murah dengan cepat baik menggunakan kartu kredit atau transfer bank. Caranya mudah, cukup download aplikasi Airy di ponsel Android atau Apple kamu bisa langsung booking hotel di Medan. Semoga saja rencanaku liburan bersama dua jagoanku (Alfath dan Rafqi) di Kota Medan tercapai. 

Bagaimana dengan kamu tertarik membawa buah hatimu ke kota metropolitan ini? 


Bersantai Sejenak di Sabang of Wonderful Indonesia

Bersantai di Pantai Sumur Tiga penginapan Casanemo

Di penghujung tahun, waktu yang tepat untuk berlibur dan bersantai sejenak, bebas dari rutinitas pekerjaan yang beberapa bulan lalu dikerjakan. Kini waktunya menghargai kerjamu dengan memanjakan diri berlibur ke suatu tempat yang memberikanmu ketenangan dan kesenangan, sehingga membangun semangat baru saat kembali bekerja. 

Salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi ialah Kota Sabang yang terletak di ujung barat Pulau Sumatera. Di tempat inilah titik Kilometer (KM) 0 Indonesia berada, di mana para wisatawan domestik dan mancanegara datang berbondong-bondong untuk melihat tugu KM 0 Indonesia. 

Tugu Kilometer 0 Indonesia

Kota Sabang merupakan sebuah pulau yang terpisah dengan daratan Pulau Sumatera. Oleh karena itu, pulau ini disebut dengan Pulau Weh (pisah/menyingkir). Dulunya pulau ini menyatu dengan Pulau Sumatera, tapi saat meletusnya gunung berapi pada zaman Pleistosen, Pulau Weh pun terpisah dan kini menjadi sebuah Kota Madya yang bernama Kota Sabang, bagian dari Propinsi Aceh. 

Sabang mempunyai keindahan alam dan bahari yang luar biasa. Kota yang berjarak 38 km dari Kota Banda Aceh ini dijadikan tempat bersantai sejenak bagi warga Kota Banda Aceh di akhir pekan. Dan menjelang akhir tahun seperti ini, Sabang semakin banyak didatangi oleh orang-orang asing dengan tujuan bersantai dan berwisata. Bahkan Sabang sering disebut sebagai akronim dari ‘Santai Banget’ (Sabang). 


Bagaimana Menuju Sabang? 

Ada dua jalur yang bisa digunakan untuk menuju Sabang yaitu jalur laut dan udara. Untuk jalur laut, kamu bisa menggunakan kapal cepat atau lambat (ferry) dari Kota Banda Aceh melalui Pelabuhan Uleu Lheu menuju Pelabuhan Balohan, Kota Sabang. 

Pelabuhan Bebas Sabang

Sedangkan untuk jalur udara menggunakan pesawat terbang yang nantinya akan mendarat di Bandara Maimun Saleh Kota Sabang. Biasanya jadwal penerbangan yang tersedia yaitu dari Bandara Kuala Namu, Medan ke Bandara Maimun Saleh, Sabang menggunang pesawat Wings Air atau dari Jakarta di Bandara Soekarno Hatta, transit di Kuala Namu Medan, dan menuju Bandara Maimun Saleh, Sabang menggunakan pesawat Lion Air. 

Kamu bisa memilih jalur mana yang lebih mudah bagimu untuk menuju Sabang. Tergantung juga dengan posisi keberadaanmu dan isi dompetmu untuk biaya transportasi menuju ke Sabang. 

Fasilitas yang Tersedia 

Freddies Resort Pantai Sumur Tiga

Jangan mengira karena Sabang sebuah pulau yang terletak jauh dari ibukota negara, minim fasilitas. Berbagai fasilitas seperti penginapan mulai dari harga murah, standar, hingga premium ada di Sabang. Tergantung berapa banyak budget yang kamu punya dan jenis penginapan seperti apa yang kamu inginkan. 


Rata-rata penginapan di Sabang berada di tepi pantai dengan pesona laut yang begitu indah. Setiap mata yang memandangnya akan jatuh cinta sambil berkata wonderful Indonesia. Tersedia juga fasilitas diving dan snorkeling bagi kamu yang ingin melihat keindahan alam bawah laut Kota Sabang. 

Spot Snorkeling UK CC Resort

Ada juga penginapan yang berada di tengah kota atau yang letaknya di pegunungan jalan menuju KM 0 Indonesia. Namun, kamu tetap masih bisa melihat keindahan pantai karena pulau ini dikelilingi oleh pantai yang begitu indah dan menakjubkan. 

Selain itu, kamu juga bisa bersantai di tepi pantai sambil menikmati makanan khas Sabang. Salah satunya ialah sate gurita yang ada di Pantai Paradiso. Di sini kamu bisa berwisata kuliner karena tersedia berbagai makanan khas laut dari Pulau Weh. 

Sate gurita kuliner khas Sabang

Tidak perlu khawatir kesulitan mencari makanan di Sabang karena tersedia berbagai fasilitas rumah makan. Kedai kopi pun juga menjamur di sana sesuai dengan julukan Aceh sebagai daerah 1000 warung kopi. Kamu bisa menikmati kopi khas Aceh seperi Arabica dan Robusta yang didatangkan dari Dataran Tinggi Gayo daerah tempat kopi-kopi ini berasal. 

Tempat Menarik 

Apa salahnya saat bersantai sejenak di Sabang menyempatkan diri berkunjung ke tempat-tempat menarik di Kota Sabang. Kamu bisa menambah koleksi foto liburanmu dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut. 

Spot Sabang dilihat dari atas bukit


Kamu bisa datang ke tempat-tempat tersebut dengan menyewa sepeda motor atau menggunakan jasa tukang becak untuk mengantarkan ke lokasi yang kamu mau. Atau bisa juga menyewa mobil dan pemandunya bila kamu datangnya bersama rombongan. Namun, bila kamu pergi sendiri atau bersama pasangan lebih baik menyewa jasa tukang becak supaya lebih hemat. Akan tetapi, bila kamu mempuyai budget yang banyak silakan saja menyewa mobil dan pemandu wisata. 

Tempat menarik lainnya yang perlu kamu datangi yaitu took suvenir. Terdapat banyak suvenir menarik yang bisa kamu temui di toko-toko Kota Sabang. Dari pernak pernik khas Aceh yang terbuat dari kerang, alat-alat diving dan snorkeling, bahkan pernak pernik luar Aceh seperti topeng Jawa ada juga dijual di sini. 

Salah satu took suvenir di Iboih

Toko-toko tersebut menjual semua suvenir nusantara sehingga bila wisatawan asing datang ke Sabang, mereka bisa menemukan suvernir dari daerah lain. 


Semua yang aku ceritakan di sini rekam jejakku saat mengunjungi Kota Sabang. Tidak terhitung sudah berkali-kali aku kemari untuk bersantai membebaskan diri dari rutinitas yang menjenuhkan. 

Maklum jarak Banda Aceh tempat tinggalku ke Sabang hanya membutuhkan waktu 45 menit menggunankan kapal cepat sehingga saat akhir pekan, Sabanglah menjadi tujuan tempat bersantai. Nah, bagaimana dengan kamu? Tertarik untuk bersantai sejenak di Sabang akhir tahun 2018 ini? Ayo ke Sabang!.


Bila ada cerita menarik dari daerahmu, yuk ceritakan dalam kompetisi blog Wonderful Indonesia karena banyak tempat di Indonesia yang begitu indah dan perlu diceritakan. Caranya bisa dilihat di poster di bawah ini dan kemudian kirimkan ceritamu dengan mengisi form berikut https://goo.gl/forms/RJuGs5pjTXEj5ZpD3