Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Cara Merawat Blog Supaya Tetap Eksis di Dunia Blogging

Cara Merawat Blog Supaya Tetap Eksis di Dunia Blogging


Buat kamu yang kepingin jadi blogger, sudah buat blog kan? Kalau belum, langsung buat saja di sini.

Bagi kamu yang sudah punya blog, saatnya merawat blog kamu supaya tetap eksis di dunia blogging. 

Membuat blog memang mudah, 30 menit sudah selesai yang susah itu ialah merawatnya. Aku punya enam blog, tapi hanya satu yang bisa aku rawat dengan baik yaitu blog www.yellsaints.com.

Selebihnya aku belum fokuskan untuk merawatnya dengan baik, karena merawat blog butuh cara khusus supaya blog tersebut tetap eksis di dunia blogging dan banyak orang yang mengunjungi serta mengomentarinya.

Cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk merawat blog ialah.

1. Komitmen dengan Membeli Domain

Aku buat blog pertama kali di tahun 2012 dan beli domainnya di akhir tahun 2016. Selama empat tahun itu aku menggunakan blog gratis yang sudah dipastikan tidak terawat. 

Pilih domain yang kamu inginkan
Sumber foto : https://pixabay.com

Ibaratnya seperti rumah orang yang sesekali kita tempati, tidak ada niat untuk merawat dan membeli perabotan rumahnya. Mungkin kita berpikir untuk apa dirawat, kita hanya numpang doang, sehingga orang lain pun enggan untuk berkunjung ke rumah tersebut.

Begitu juga dengan blog yang masih menumpang dengan nama blogspot. Gratis sih, tapi kadang rasa memiliki itu tidak ada, sehingga kita pun malas untuk memosting tulisan. Meskipun banyak juga blogspot yang banyak dikunjungi orang, tapi mereka mempunyai komitmen menulis yang tinggi.

Saran aku jika ingin blognya terawat, maka belilah domain, sehingga kita mempunyai rumah sendiri dan rasa tanggung jawab untuk merawatnya muncul. Tidak mahal kok, antara Rp90.000-Rp150.000 per tahunnya.

Pengalamanku yang selama empat tahun menumpang secara gratis di Google dengan nama www.yellsaints.blogspot.com, minat menulisku cukup rendah. 

Setelah beli domain dan pindah ke rumah sendiri menggunakan www.yellsainst.com aku pun bersemangat untuk menulis, karena aku tidak mau rugi sudah bayar tapi tidak mendapatkan penghasilan apa-apa. 

Aku pun bersemangat mengikut berbagai lomba blog, hingga akhirnya perlombaan demi perlombaan blog aku menangkan. Uang pun masuk dari hasil kerja kerasku menulis di blog. 


2. Buat Jadwal Postingan

Postingan di blog tidak melulu harus tulisan yang diikutkan lomba, karena akan membuat orang jenuh membacanya. Selingi dengan tulisan yang sesuai dengan niche blog kamu.

Tulisan yang dilingkari ialah tulisan yang di pesan perusahaan travel dan tulisan untuk lomba blog

Misalnya kamu suka menulis tentang perjalanan, maka tulislah pengalamanmu saat melakukan perjalanan. Hendaknya membuat jadwal postingan blog kamu, minimal ada satu tulisan per minggunya yang kamu posting di blogmu.

Aku menargetkan setiap minggu ada satu tulisan yang muncul di blogku, biasanya aku membuat hari khusus untuk posting. Jadwal posting tulisan untuk www.yellsaints.com ialah Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Untuk tulisan lomba atau tulisan yang dipesan dari egen, perusahaan, atau pemerintah yang bekerjasama denganku, maka aku selingi dengan satu atau dua tulisan pribadiku sebelum tulisan pesanan atau lomba blog berikutnya. Jadi, blogku terlihat alami dan terkesan tidak seperti jualan.


3. Gabung dengan Komunitas Blogger

Cara merawat blog berikutnya ialah bergabung dengan komunitas blogger. Nah, ini apa hubungannya ya? 

Macam-macam komunitas blogger Indonesia
Sumber foto ; http://www.fantasticblue.net

Di komunitas blogger kamu akan menemukan banyak orang yang sudah paham dengan dunia blogging, mulai dari pemula hingga yang disebut mastah atau master blog. 

Mereka akan menjadi penyemangatmu untuk terus nge-blog, sesekali kamu juga bisa meminta pendapat mereka tentang desain, template, dan tulisan di blogmu.

Menurut pengalamanku, mereka yang tergabung di komunitas blogger cukup loyal untuk berbagi seputar dunia blogging. Kamu bisa belajar dengan mereka dan asyiknya di komunitas ini ialah saat kamu berkunjung ke daerah mereka, maka mereka akan senang hati menyambut kedatanganmu dan mengajakmu jalan-jalan ke kotanya. 


4. Jalan-Jalan ke Blog Teman dan Tinggalkan Komentar

Kamu ingin juga dong tulisanmu dikunjungi banyak orang dan meninggalkan berbagai komentar. Caranya kamu harus sering jalan-jalan ke blog orang, atau istilah bloggingnya blogwalking

Sumber foto : http://ubloger.com

Dulu sebelum aku tahu teknik merawat blog, aku hanya berfokus pada blogku saja tanpa pernah melihat blog orang lain. Alhasil hanya sedikit orang yang datang ke blogku, bahkan jarang sekali ada orang yang mengomentarinya.

Sekarang setelah tahu tekniknya, aku pun mengnjungi blog teman-teman dan meninggalkan komentar di blog mereka. Secara otomatis aku sudah meninggalkan jejak di blognya, sehingga semakin banyak blog yang aku komentari maka Google pun akan mudah mengindeks blogku. 

Begitu juga dengan blog yang aku komentari, jika dia paham, maka dia akan berkunjung kembali ke blogku dan meninggalkan komentar di halaman blogku. Ini persis seperti Hukum Newton III yang menjadi dasar mekanika klasik “ Setiap ada aksi, pasti ada reaksi yang menimbulkan gaya yang sama besar dan berlawanan arah”.

Itu dia cara merawat blog versi yellsaints. Biasanya sih aku merawat orang, tapi kali ini aku fokuskan merawat blog karena jaman now semua informasi berbasis internet. Bahkan blog www.perawattraveler.blogspot.com juga mau aku fokuskan dengan membeli domain. 

Blog Perawat Traveler yang masih menumpang di rumannya Google
http://perawattraveler.blogspot.co.id/

Sebenarnya terawat atau tidaknya sebuah blog tergantung interaksi dari blog itu sendiri. Mulai dari nama blog yang digunakan, seringnya posting tulisan, dan banyaknya jumlah kunjungan dan komentar yang datang.

Intinya blog yang terawat pasti banyak orang yang datang berkunjung, bahkan ada pengunjung tetap yang setia meramaikan blog tersebut. Blogmu juga bisa ramai pengunjung, asalkan kamu merawatnya dengan baik.

Tetap semangat untuk nge-blog ya!

14 Kesalahan Kata Mendasar dalam Penulisan Bahasa Indonesia



Setelah sekitar sepuluh bulan vakum, Forum Barsela Menulis (FBM) kembali membuat kelas menulis bersama Pak Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia).

Kelas menulis kali ini lebih ramai dibandingkan sepuluh bulan lalu yang paling ramai hanya 15 orang saja. Kali ini peminatnya meningkat, karena kelasnya tidak dikhususkan untuk orang yang berasal dari wilayah barat selatan saja. 

Akan tetapi, siapa saja dan dari daerah mana pun bisa ikut kelas menulis ini. Akhirnya kelas pun membeludak sampai 27 orang. Jarang-jarang lo, sampai sebanyak ini. Apa mungkin karena gratis ya? hehehe.

Walaupun gratis, ilmu yang diberikan Pak Yarmen bukan cilet-cilet. Dia menyampaikan semua pengetahuan kepenulisannya dengan rinci dan mendetail. Bahkan saat membedah tulisanku pun, dia betul-betul membedah kata demi kata. 

Setelah menjelaskan tujuan menulis ditinjau dari aspek sosial dan ilmiah, Pak Yarmen meminta kami memperkenalkan diri satu per satu. Dan ternyata pesertanya cukup beragam.

Kelas menulis bersama Pak Yarmen di Anjungan Aceh Singkil Taman PKA

Ada yang dari blogger, dosen, mahasiswa sarjana, dan magister, bahkan ibu rumah tangga pun juga ada. Usia pun juga tidak menjadi hambatan, salah seorang teman sekolah Pak Yarmen yang usianya sudah 50 tahun juga ikut hadir untuk belajar menulis.

Sesi perkenalan pun selesai, kemudian dilanjutkan dengan membedah tulisanku yang berjudul “Sensasi Menaiki Sampan Dayung Saat ke Pulau Dua Aceh Selatan”, yang pernah diposting ke blogku pada tanggal 21 Juli, 2017.


Dari 938 kata yang terdapat dalam tulisan itu, ada 58 kesalahan kata mendasar baik dari tanda baca, ejaan, partikel, maupun transisional. Semua itu aku kategorikan menjadi 14 kesalahan kata mendasar dalam penulisan bahasa Indonesia berikut ini.

Tulisanku yang dicoret-coret karena banyak salahnya

1. Penggunaan kata yang mubazir

Terkadang kita sering menyamakan bahasa lisan dan tulisan, sehingga saat menuliskannya ada kata yang bermakna ganda, sehingga tidak perlu ditulis.

Seperti judul tulisanku “Sensasi Menaiki Sampan Dayung Saat ke Pulau Dua Aceh Selatan”.

Awalan me tidak perlu lagi ditulisakan dan kata dayung juga harus dihilangkan, karena yang namanya sampan memang didayung. 

Kata saat juga dihilangkan, karena kedudukannya sudah menunjukkan kejadian yang sedang berlangsung.

Jadi, judul yang tepat ialah “Sensasi Naik Sampan ke Pulau Dua, Aceh Selatan”. Lebih hemat kata kan?

Begitu juga pada kalimat pertama di paragraf pertama, “Pulau yang berada di Aceh Selatan ini, sedang lagi ramai dibicarakan di dunia maya”.

Kelihatan kan salahnya di mana?


2. Penulisan kata yang tidak tepat

Kebiasaan menggunakan bahasa lisan yang informal juga berpengaruh dalam tulisan. Misalnya :

Cuman seharusnya cuma.

Resiko seharusnya risiko.

Berselewiran seharusnya bersiliweran.

Kata-kata seperti di atas, cukup banyak terdapat kesalahan dalam tulisanku itu.


3. Penggunaan partikel “Pun”

Kesalahan penggunaan partikel pun juga sering terjadi di dalam kepenulisan bahasa Indonesia. Ada kalanya partikel ini digabung dengan kalimat sebelumnya, tapi ada juga yang ditulis terpisah.

Penulisan partikel pun yang digabung ialah pada kata: adapun, andaipun, akanpun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, nianpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, namunpun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun.

Sedangkan untuk partikel pun yang ditulis terpisah, selain yang terdapat pada kata di atas. Misalnya pada contoh di tulisanku tersebut “tulisan pun kalau mengenak di hati dapat menggerakkan ribuan massa”.

4. Kenali hukum KPTS

Hukum KPTS adalah hukum yang membuat kata kerja berawalan K, P, T, dan S menjadi lebur saat bertemu imbuhan me, men, meng, menge, meny, dan menye.

Contoh kesalahan dalam tulisanku: “Tulisanku ampuh untuk mempengaruhi orang untuk datang ke Aceh Selatan”. 

Harusnya memengaruhi.


5. Penggunaan kata “lo”, “eh”

Ketika kita ingin menumbuhkan interaksi dengan para pembaca, sering kita menyelipkan kata bahasa lisan seperti “lo” atau “eh” sebagai kata seru menyatakan heran, terperajat, dan sebagainya.

Namun tulisannya sering salah atau malah ditambah, seperti tulisanku berikut:

“Karena tulisan itu ibarat bom atom loe Pak”.

ehh.., ternyata sampannya kejauhan dari air laut”.


6. Kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan yang sering terjadi ialah pembubuhan tanda baca, khususnya tanda koma (,). Berikut beberapa kesalahan yang terdapat di tulisanku.

“Saat aku ke Pulau Dua Aceh Selatan

Mestinya ada tanda baca koma untuk memisahkan nama tempat di atas Pulau Dua, Aceh Selatan.

Sebelum kata yang tidak boleh ada tanda koma karena yang tersebut bermakna sabagi penghubung antar kalimat.

“Di tempat ini tidak ada pelabuhan atau dermaga untuk berlabuhnya sampan atau boat, yang ada Cuma hamparan pasir”.

Begitu juga kata dan tidak boleh ada tanda koma sebelumnya, kecuali perincian dari kata-kata yang setara mengikutinya.

“Ternyata adik ini berasal dari Aceh Jaya, dan memang kesehariannya setelah pulang sekolah bekerja sebagai nelayan membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai nelayan”. (Salah).

“Tanpa ada kacamata renang, tabung oksigen, dan sebagainya” (Benar karena perincian).


7. Penempatan tanda seru yang tidak tepat

Aku paling sering menggunakan tanda seru ditulisanku, masalahnya tanda seru pada kalimatnya kurang tepat. Misalnya pada contoh berikut.

“Nah, ini aku ceritain gimana sensasi naik sampan dayung ke Pulau Dua tersebut!

“Setelah kembali ke kota Banda Aceh, kita bisa sesuaikan kok!” 

Seharusnya tanda seru ini dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.


8. Pemakaian akronim dan singkatan

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata. Jadi cara penulisannya hanya menggunakan huruf kapital diawal. Ditulisanku itu terdapat kesalahan, karena aku menggunakan huruf kapital semuanya.

“Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Air Sialang (HIPMAS)”. Seharusnya Hipmas.

Sedangkan singkatan dilafalkan huruf per huruf, jadi harus ditulis besar semuanya.

Misalnya Forum Barsela Menulis (FBM).


9. Penulisan angka

Hal yang jarang sekali kita ketahui bahwa penulisan angka dari satu sampai sebelas haruslah menggunakan huruf. Sedangkan dari angka 12 ke atas boleh menuliskannya dengan angka, karena terdiri dari dua suku kata.

Contoh yang salah “membutuhkan waktu perjalanan 2 jam menggunakan bus”.

Contoh yang benar “membutuhkan waktu perjalanan dua jam menggunakan bus”.


10. Penulisan nilai rupiah

Ketika menuliskan nilai nominal rupiah, kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan tanda baca berupa titik (.).

Misalnya “Tarifnya sekitar Rp.500.000 untuk 30 penumpang”.

Penulisan yang benar ialah Rp500.000. 


11. Penggunaan kata depan dan imbuhan

Dua hal ini sering kali letaknya terbalik-balik, bahkan membingungkan kita saat menempatkannya. Biasanya pada kata di dan ke.

Penggunaan kata di atau ke sebagai kata depan menunjukkan tempat melakukan aktivitas atau keberadaan. Biasanya diikuti kata benda yang menunjukkan tempat dan penulisannya dipisahkan.

Contoh salah “Nanti dia akan memandumu sampai kesana”.

Contoh benar “Nanti dia akan memandumu sampai ke sana”.

Penggunaan kata di atau ke sebagai imbuhan berfungsi menunjukkan bentuk pasif. Biasanya diikuti kata kerja atau kata benda yang dijadikan kata kerja, penulisannya pun disambung.

Contoh salah “Dayung-dayung, sampan di dayung”

Contoh benar “Dayung-dayung, sampan didayung”.


12. Pemakaian kata sapaan

Ternyata dalam tulisan ada kata sapaan yang harus dikapitalkan huruf pertamanya. Misalnya kata Pak, Bu, Anda, Bang, Kak dan Dek

Akan tetapi tidak semua sapaan juga dikapitalkan huruf awalnya, misalnya kamu, dia, mereka, adik, kakak, dan lain sebagainya.

Contohnya “Semoga dilirik oleh Pak Kadis Pariwisata Aceh Selatan”.


13. Penggunaan subjek ganda

Tanpa disadari terkadang kita sering menggunakan subjek ganda, padahal penggunaan subjek lebih dari satu bukanlah kalimat yang benar.

Contoh salah “Kita para panitianya pergi traveling”.

Contoh benar “Kita panitianya pergi traveling”.


14. Pemakaian istilah asing

Istilah asing, baik itu bahasa latin ataupun daerah hendaknya ditulis dengan huruf miring. Misalnya “Coba aja kalau ada peralatan snorkeling dan diving di sini”.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat kita menulis bahasa Indonesia. Emang sih harus sering berlatih, dan jeli untuk menempatkan kata-kata tersebut, tapi seiring dengan seringnya menulis dan membaca, kamu akan bisa memahaminya.

Peserta kelas menulis FBM

Pengen Eksis di Dunia Blogger? Begini Cara Membuat Blog Bagi Pemula

Dek ajarin kakak buat blog dong! Kayaknya eksis banget deh selama jadi blogger ini” Kata kakak senior di sekolahku dulu.


Wah, tulisan yel bagus-bagus ya, kakak kepengen nulis juga dong! Ajarinlah buat blognya” Kata kakak di satu kawanan komunitasku.

Kak, aku kepengenlah punya tulisan-tulisan kayak kakak tu. Tulisanku banyak, tapi nggak tahu publish kemana, kapan ajarin aku buat blog?” Kata adek senior di sekolahku dulu.

Keren ya tulisan-tulisan di blognya, ajarinlah aku cara buat blog! Kita barter, aku ajarin bahasa Spanyol, kamu ajarin aku ngeblog”. Kata teman nongkrongku.


Kalau mau jadi blogger ya., buat blognya dulu!


Dan banyak lainnya lagi teman-teman yang memintaku untuk diajarkan blog. Sebenarnya sih aku juga masih belajar, belum mahir-mahir kali lah.

Emang sih dunia blogger semakin eksis di dunia maya. Apalagi sekarang blogger dipercaya sebagai partner bagi beberapa perusahaan untuk mengiklankan produknya melalui tulisan.

Lain lagi saat mendapat berbagai macam undangan, baik itu seminar, traveling, lunching produk, dan lain sebagainya. Yang terpenting tugas seorang blogger ialah menulis.

Blog ini ialah tempat berkeluh kesah tentang pengalaman yang kita rasakan. Kita bebas menulis apa saja disini, sesuai dengan selera dan hoby kita.

Sekarang blogger sudah menjadi profesi sebagian orang, karena dengan hanya duduk manis di rumah kita mendapatkan uang, dan juga diundang di berbagai acara yang kemudian dibayar. 

Hal inilah yang membuat banyak orang ingin menjadi seorang blogger. Tapi semua itu tidak semudah membalik telapak tangan loe, seketika langsung jadi.

Yang harus dilakukan supaya menjadi seorang blogger ialah dengan membuat blog terlebih dahulu. Kemudian konsisten dengan blog tersebut.

Untuk pemula bisa menggunakan blog yang gratisan dulu, mau pakai blogspot atau pun wordpres sama saja. Keduanya bisa digunakan untuk ngeblog, hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam fitur dan templatenya.

Baiklah, jangan terlalu panjang mukadimahnya ya, langsung saja kita lihat tahapan-tahapan membuat blogspot.

Pertama kamu harus mempunyai aku gmail terlebih dahulu.

Bagi yang tidak punya gmail, buat dulu akunnya dengan cara search gmail di google dan pilih create your google account.

Buat Gmail dulu bagi yang belum punya akun gmail.
Bagi yang sudah ada ya, nggak usah.


Kemudian masuk ke https://www.blogger.com/about/?r=1-null_user dan buat blog pilih create your blog.



Tampilan akun buat blog


Setelah itu ikuti prosesnya dan masukkan alamat gmail kamu.

Masukkan alamat email dan paswordnya 


Lalu akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Isi keterangan blog sesuai dengan permintaan

Masukkan judul blog kamu, dan cek ketersediaannya. Jika nama tersebut belum ada yang menggunakannya, jadi kamu bisa menggunakannya. Tapi jika nama tersebut sudah digunakan, maka akan muncul tulisan judul blog sudah pernah digunakan.


Selanjutnya masukkan alamat blog yang kamu inginkan! Cek ketersediaannya.

Sebagai contoh aku buat alamat blognya keudeyellsaints.blogspot.com


Setelah itu tentukan tema yang kamu inginkan. Disini tersedia beberapa tema yang bisa kamu gunakan untuk blogmu. Lalu klik buat blog.

Tema bisa dipilih sesuai dengan seleramu


Jadi deh blognya. Sekarang saatnya kamu mengisinya dengan berbagai tulisan yang menarik.

Tampilan blogger untuk mengisi berbagai macam tulisanmu.

Tampilan blog Keude Yell Saints

Gampangkan!

Oia, perlu diingat ya! Blog ini ibarat rumah, jika kita rawat maka akan banyak tamu yang datang, apalagi jika rumah ini diisi dengan konten yang menarik.

Jadi, jangan sampai setelah kamu buat blog, kamu abaikan begitu saja. Sayangkan rumahnya dihunyi laba-laba atau hantu, eh,, maksudnya blognya gitu.

Update terus blognya ya! Biar banyak tamu dan pengikutnya.

Semua butuh proses, orang yang menikmati proseslah yang akan berhasil karena para blogger terkenal tidak lahir hanya dalam satu malam, tapi butuh waktu untuk mendapatkan semua kesuksessan itu. Yang penting sabar, usaha dan ikhtiar, insyalllah kamu akan menjadi blogger terkenal. 

Amin ya Allah!

Mohon komenternya ya, jika ada masukan atau saran!