Tampilkan postingan dengan label Kreatifitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kreatifitas. Tampilkan semua postingan

USB OTG Sandisk, Penyelamat Data Smartphone yang Wajib Dimiliki Milenial



Bagaimana perasaanmu bila tiba-tiba memori smartphone penuh, sedangkan kamu sedang berada di tempat yang indah dan baru pertama kali mengunjunginya? Atau ada momen penting yang sangat berharga untuk didokumentasikan melalui bidikan kamera smartphone, tapi kamu lupa memindahkan datanya sehingga menjadi ragu apakah menghapus beberapa data untuk bisa mengambil foto momen tersebut atau mengabaikannya? #DibuangSayang, ditinggalkan tidak ada tempat untuk data baru. 

Uh, rasanya sebal bangetkan? Aku pernah mengalami situasi itu saat diundang oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena menang lomba vlog. Tujuan kami ialah ke Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTNBTS), Jawa Timur. Kami berangkat pada 9 Oktober 2018. 

Malam sebelum hari keberangkatan, aku memindahkan data dari smartphone ke laptop agar kapasitas ruang memorinya kosong. Kebetulan saat itu aku sedang mengikuti pelatihan kepemudaan yang diadakan Komunitas Bela Indonesia (KBI) di Aceh, tentang penguatan nilai-nilai pancasila. Menurut rundown acaranya berakhir besok pagi, tapi aku harus berangkat subuhnya karena sesuai jadwal tiket yang dikirimkan oleh pihak KLHK. 

Saat pelatihan tersebut banyak momen penting yang aku dokumentasikan melalui smartphone, begitu juga materi yang disampaikan, filenya banyak aku download lewat smartphone. Akibatnya kapasitas ruang memori ekseternalnya yang 32 GB dan internal 4 GB penuh. 

Malam itu aku mencoba memindahkan data dari smartphone ke laptop agar nantinya saat ke BTNBTS, Jawa Timur, aku bisa mendokumentasikan perjalanan pertamaku itu. Sayangnya tidak semua data ikut terbackup dan aku pun ketiduran saat pemindahan data tersebut karena aku memindahkannya pada pukul 00.00 WIB seusai malam penutupan kegiatan KBI. 

Saat terbangun pada pukul 04.00 WIB, laptopku dalam keadaan mati. Aku tidak sempat memeriksanya lagi karena harus bersiap-siap menuju bandara Sultan Iskandar Muda (SIM). Entah bagaimana kondisi data tersebut, aku melaju meninggalkan Aceh dan bertolak ke Jakarta. 

Sesampai di Jakarta, aku tidak melewatkan momen spesial ini dan terus mengambil video serta foto-foto tanpa memperdulikan ketersediaan kapasitas memori smartphone-ku. Hingga akhirnya aku, beberapa pemenang lomba vlog lainnya, dan panitia bertolak menuju BTNBTS, Jawa Timur. 

Saat inilah aku sadar bahwa memori internal smartphone penuh dan memori eksternal tidak bisa digunakan lagi, alias rusak. Padahal panitia menyuruh kami untuk membuat vlog di setiap tempat menarik yang kami kunjungi. 

Rasanya ingin teriak dan memaki diri karena kesal, tapi apalah daya nasi sudah jadi bubur. Kita tambah kerupuk saja biar enak, hehehe. 

Aku menenangkan diri dan mencoba mencari solusi lain. Beberapa foto dan video aku pindahkan ke google drive dan posting ke beberapa media sosial untuk pertinggal. Saat kembali ke penginapan bukannya istirahat, tapi aku malah sibuk dengan backup data dan memindahkannya ke laptop agar memori smartphone kosong. 

Padahal kegiatan perjalananku selama tiga hari di BTNBTS cukup padat. Kondisi suhu yang jauh berbeda dengan Aceh membuatku butuh energi, tapi waktu istirahat tersita karena harus memindahkan data. Akibatnya setelah pulang dari perjalanan itu, aku demam sampai satu minggu. 


Yang membuat diriku bertambah sakit lagi ialah data yang kupindahkan pada malam sebelum keberangkatan ke Jakarta, tidak terdapat di laptop. Rupanya data yang dari memori eksternalku rusak semua dan tidak bisa digunakan lagi. Kenanganku saat pelatihan KBI pun hilang beserta dengan hilangnya data penting lainnya yang belum sempat ku pindahkan ke laptop. 

Kehilangan data masalah utama pengguna smartphone 

Pengalamanku di atas mungkin juga dialami oleh milenial lainnya. Ini tentunya sangat merugikan karena manajemen data yang buruk. Sebagaimana hasil studi yang dilakukan oleh perusahaan inovasi teknologi Western Digital Corp tentang kebiasaan pengelolaan data seluler masyarakat Indonesia yang berjudul Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey, manajeman data pengguna smartphone masyarakat Indonesia sangat buruk. 

Hasil studi yang melibatkan 1.120 responden dari 6 kota besar di Indonesia itu menyebutkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi pengguna smartphone ialah kehilangan data. 

Dari studi itu juga menyebutkan sekitar 97% responden mengandalkan smartphone sebagai gawai utama dalam keseharian mereka. Terutama untuk mengambil gambar, merekam video, chatting, menelpon, dan mengakses media sosial. Apalagi generasi milenial yang selalu ingin eksis dan update, sehingga smartphone ibarat nyawa yang tidak boleh ketinggalan bagi mereka. 

Hasil studi western digital
Namun, sayangnya kita lupa smartphone juga mempunyai keterbatasan dalam penyimpanan data. Menurut studi sekitar 30% mayoritas pengguna smartphone di Indonesia menggunakan memori 16 GB dan 26% menggunakan memori 32 GB. Sedangkan 49% nya lagi menggunakan memori yang berkapasitas 1-3 GB untuk smartphone mereka. 

Hasil studi western digital

Bila smartphone tidak sering di backup datanya, tentu kapasitas memorinya penuh dan gadget bisa bermasalah. Bahkan tidak menutup kemungkinan data tersebut hilang seperti yang pernah kualami. Tentunya aku tidak ingin pengalaman buruk itu terulang lagi dan butuh solusi untuk mengatasi masalah ini. 

Untungnya ada kabar baik dari Western Digital Corp #SanDiskAPAC yang meluncurkan dua USB OTG (On The Go) sebagai solusi untuk penyimpanan dan backup data dengan mudah. USB ini menggunakan nama merek Sandisk, pasti pernah dengar nama merek ini kan? Yuk, kita lihat apa saja kelebihannya. 

Kelebihan USB OTG Sandisk 


Berbeda dengan USB atau flashdisk lainnya yang harus menggunakan perantara laptop untuk memindahkan data, USB OTG Sandisk bisa langsung memindahkan data dari smartphone kita. Jadi, kita cuma sambungkan USB OTG Sandisk ke smartphone dan semua data diserap ke perangkat ini secara otomatis. 

Bila kita ingin memindahkan data tersebut ke laptop, tinggal sambungkan saja ke laptop karena USB OTG Sandisk mempunyai dua sambungan yang satunya untuk laptop dan satunya lagi untuk smartphone seperti video berikut ini. 


Tentunya mudah banget kan? Cocok untuk generasi milenial yang nggak mau ribet. Jadi, kita tidak perlu repot-repot lagi bawa laptop ke mana-mana saat traveling. Tentunya akan mengurangi barang bawaan kita saat traveling dan tidak perlu khawatir lagi datanya hilang karena sudah aman tersimpan di USB OTG Sandisk. 

Kapasitas USB OTG Sandisk ini juga beragam, tergantung budget yang kita miliki. Besar kapasitasnya tentu mahal pula harganya. Terdapat empat spesifikasi yang tersedia dari USB OTG Sandisk ini, yaitu kapasitas 128 GB, 64 GB, 32 GB, dan 16 GB. Untuk harga bisa dicek langsung di lapak online atau ofline yang menyediakan produk ini. 

Tipe USB OTG Sandisk yang bisa dibeli
Kamu juga bisa mengunjungi toko online Sandisk di Shopee dan lihat berbagai macam produknya. Bila tertarik dan pas dengan kantongmu, tinggal beli deh, daripada menyesal karena kehilangan data.


Nah, bagaimana milenial? Apakah USB OTG Sandisk ini barang wajib untuk penyelamat data smartphone-mu? Kalau aku sih, ini sangat berguna banget mengingat pengalaman burukku kehilangan data dan malas mem-backup-nya. 

Jangan sampailah kejadianku ini dialami oleh milenial lainnya karena USB OTG Sandisk sudah tersedia sebagai penyelamat data. Barang ini pun kini kumasukkan ke dalam wish list tahun ini, semoga bisa segera memilikinya. Amin.

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog #SanDiskAPAC "Pentingnya Melakukan Backup Data Smartphone."

14 Kesalahan Kata Mendasar dalam Penulisan Bahasa Indonesia



Setelah sekitar sepuluh bulan vakum, Forum Barsela Menulis (FBM) kembali membuat kelas menulis bersama Pak Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia).

Kelas menulis kali ini lebih ramai dibandingkan sepuluh bulan lalu yang paling ramai hanya 15 orang saja. Kali ini peminatnya meningkat, karena kelasnya tidak dikhususkan untuk orang yang berasal dari wilayah barat selatan saja. 

Akan tetapi, siapa saja dan dari daerah mana pun bisa ikut kelas menulis ini. Akhirnya kelas pun membeludak sampai 27 orang. Jarang-jarang lo, sampai sebanyak ini. Apa mungkin karena gratis ya? hehehe.

Walaupun gratis, ilmu yang diberikan Pak Yarmen bukan cilet-cilet. Dia menyampaikan semua pengetahuan kepenulisannya dengan rinci dan mendetail. Bahkan saat membedah tulisanku pun, dia betul-betul membedah kata demi kata. 

Setelah menjelaskan tujuan menulis ditinjau dari aspek sosial dan ilmiah, Pak Yarmen meminta kami memperkenalkan diri satu per satu. Dan ternyata pesertanya cukup beragam.

Kelas menulis bersama Pak Yarmen di Anjungan Aceh Singkil Taman PKA

Ada yang dari blogger, dosen, mahasiswa sarjana, dan magister, bahkan ibu rumah tangga pun juga ada. Usia pun juga tidak menjadi hambatan, salah seorang teman sekolah Pak Yarmen yang usianya sudah 50 tahun juga ikut hadir untuk belajar menulis.

Sesi perkenalan pun selesai, kemudian dilanjutkan dengan membedah tulisanku yang berjudul “Sensasi Menaiki Sampan Dayung Saat ke Pulau Dua Aceh Selatan”, yang pernah diposting ke blogku pada tanggal 21 Juli, 2017.


Dari 938 kata yang terdapat dalam tulisan itu, ada 58 kesalahan kata mendasar baik dari tanda baca, ejaan, partikel, maupun transisional. Semua itu aku kategorikan menjadi 14 kesalahan kata mendasar dalam penulisan bahasa Indonesia berikut ini.

Tulisanku yang dicoret-coret karena banyak salahnya

1. Penggunaan kata yang mubazir

Terkadang kita sering menyamakan bahasa lisan dan tulisan, sehingga saat menuliskannya ada kata yang bermakna ganda, sehingga tidak perlu ditulis.

Seperti judul tulisanku “Sensasi Menaiki Sampan Dayung Saat ke Pulau Dua Aceh Selatan”.

Awalan me tidak perlu lagi ditulisakan dan kata dayung juga harus dihilangkan, karena yang namanya sampan memang didayung. 

Kata saat juga dihilangkan, karena kedudukannya sudah menunjukkan kejadian yang sedang berlangsung.

Jadi, judul yang tepat ialah “Sensasi Naik Sampan ke Pulau Dua, Aceh Selatan”. Lebih hemat kata kan?

Begitu juga pada kalimat pertama di paragraf pertama, “Pulau yang berada di Aceh Selatan ini, sedang lagi ramai dibicarakan di dunia maya”.

Kelihatan kan salahnya di mana?


2. Penulisan kata yang tidak tepat

Kebiasaan menggunakan bahasa lisan yang informal juga berpengaruh dalam tulisan. Misalnya :

Cuman seharusnya cuma.

Resiko seharusnya risiko.

Berselewiran seharusnya bersiliweran.

Kata-kata seperti di atas, cukup banyak terdapat kesalahan dalam tulisanku itu.


3. Penggunaan partikel “Pun”

Kesalahan penggunaan partikel pun juga sering terjadi di dalam kepenulisan bahasa Indonesia. Ada kalanya partikel ini digabung dengan kalimat sebelumnya, tapi ada juga yang ditulis terpisah.

Penulisan partikel pun yang digabung ialah pada kata: adapun, andaipun, akanpun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, nianpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, namunpun, sekalipun, sungguhpun, dan walaupun.

Sedangkan untuk partikel pun yang ditulis terpisah, selain yang terdapat pada kata di atas. Misalnya pada contoh di tulisanku tersebut “tulisan pun kalau mengenak di hati dapat menggerakkan ribuan massa”.

4. Kenali hukum KPTS

Hukum KPTS adalah hukum yang membuat kata kerja berawalan K, P, T, dan S menjadi lebur saat bertemu imbuhan me, men, meng, menge, meny, dan menye.

Contoh kesalahan dalam tulisanku: “Tulisanku ampuh untuk mempengaruhi orang untuk datang ke Aceh Selatan”. 

Harusnya memengaruhi.


5. Penggunaan kata “lo”, “eh”

Ketika kita ingin menumbuhkan interaksi dengan para pembaca, sering kita menyelipkan kata bahasa lisan seperti “lo” atau “eh” sebagai kata seru menyatakan heran, terperajat, dan sebagainya.

Namun tulisannya sering salah atau malah ditambah, seperti tulisanku berikut:

“Karena tulisan itu ibarat bom atom loe Pak”.

ehh.., ternyata sampannya kejauhan dari air laut”.


6. Kesalahan ejaan

Kesalahan ejaan yang sering terjadi ialah pembubuhan tanda baca, khususnya tanda koma (,). Berikut beberapa kesalahan yang terdapat di tulisanku.

“Saat aku ke Pulau Dua Aceh Selatan

Mestinya ada tanda baca koma untuk memisahkan nama tempat di atas Pulau Dua, Aceh Selatan.

Sebelum kata yang tidak boleh ada tanda koma karena yang tersebut bermakna sabagi penghubung antar kalimat.

“Di tempat ini tidak ada pelabuhan atau dermaga untuk berlabuhnya sampan atau boat, yang ada Cuma hamparan pasir”.

Begitu juga kata dan tidak boleh ada tanda koma sebelumnya, kecuali perincian dari kata-kata yang setara mengikutinya.

“Ternyata adik ini berasal dari Aceh Jaya, dan memang kesehariannya setelah pulang sekolah bekerja sebagai nelayan membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai nelayan”. (Salah).

“Tanpa ada kacamata renang, tabung oksigen, dan sebagainya” (Benar karena perincian).


7. Penempatan tanda seru yang tidak tepat

Aku paling sering menggunakan tanda seru ditulisanku, masalahnya tanda seru pada kalimatnya kurang tepat. Misalnya pada contoh berikut.

“Nah, ini aku ceritain gimana sensasi naik sampan dayung ke Pulau Dua tersebut!

“Setelah kembali ke kota Banda Aceh, kita bisa sesuaikan kok!” 

Seharusnya tanda seru ini dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.


8. Pemakaian akronim dan singkatan

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata. Jadi cara penulisannya hanya menggunakan huruf kapital diawal. Ditulisanku itu terdapat kesalahan, karena aku menggunakan huruf kapital semuanya.

“Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Air Sialang (HIPMAS)”. Seharusnya Hipmas.

Sedangkan singkatan dilafalkan huruf per huruf, jadi harus ditulis besar semuanya.

Misalnya Forum Barsela Menulis (FBM).


9. Penulisan angka

Hal yang jarang sekali kita ketahui bahwa penulisan angka dari satu sampai sebelas haruslah menggunakan huruf. Sedangkan dari angka 12 ke atas boleh menuliskannya dengan angka, karena terdiri dari dua suku kata.

Contoh yang salah “membutuhkan waktu perjalanan 2 jam menggunakan bus”.

Contoh yang benar “membutuhkan waktu perjalanan dua jam menggunakan bus”.


10. Penulisan nilai rupiah

Ketika menuliskan nilai nominal rupiah, kesalahan yang sering terjadi ialah penempatan tanda baca berupa titik (.).

Misalnya “Tarifnya sekitar Rp.500.000 untuk 30 penumpang”.

Penulisan yang benar ialah Rp500.000. 


11. Penggunaan kata depan dan imbuhan

Dua hal ini sering kali letaknya terbalik-balik, bahkan membingungkan kita saat menempatkannya. Biasanya pada kata di dan ke.

Penggunaan kata di atau ke sebagai kata depan menunjukkan tempat melakukan aktivitas atau keberadaan. Biasanya diikuti kata benda yang menunjukkan tempat dan penulisannya dipisahkan.

Contoh salah “Nanti dia akan memandumu sampai kesana”.

Contoh benar “Nanti dia akan memandumu sampai ke sana”.

Penggunaan kata di atau ke sebagai imbuhan berfungsi menunjukkan bentuk pasif. Biasanya diikuti kata kerja atau kata benda yang dijadikan kata kerja, penulisannya pun disambung.

Contoh salah “Dayung-dayung, sampan di dayung”

Contoh benar “Dayung-dayung, sampan didayung”.


12. Pemakaian kata sapaan

Ternyata dalam tulisan ada kata sapaan yang harus dikapitalkan huruf pertamanya. Misalnya kata Pak, Bu, Anda, Bang, Kak dan Dek

Akan tetapi tidak semua sapaan juga dikapitalkan huruf awalnya, misalnya kamu, dia, mereka, adik, kakak, dan lain sebagainya.

Contohnya “Semoga dilirik oleh Pak Kadis Pariwisata Aceh Selatan”.


13. Penggunaan subjek ganda

Tanpa disadari terkadang kita sering menggunakan subjek ganda, padahal penggunaan subjek lebih dari satu bukanlah kalimat yang benar.

Contoh salah “Kita para panitianya pergi traveling”.

Contoh benar “Kita panitianya pergi traveling”.


14. Pemakaian istilah asing

Istilah asing, baik itu bahasa latin ataupun daerah hendaknya ditulis dengan huruf miring. Misalnya “Coba aja kalau ada peralatan snorkeling dan diving di sini”.

Itulah beberapa kesalahan yang sering terjadi saat kita menulis bahasa Indonesia. Emang sih harus sering berlatih, dan jeli untuk menempatkan kata-kata tersebut, tapi seiring dengan seringnya menulis dan membaca, kamu akan bisa memahaminya.

Peserta kelas menulis FBM

Pengen Eksis di Dunia Blogger? Begini Cara Membuat Blog Bagi Pemula

Dek ajarin kakak buat blog dong! Kayaknya eksis banget deh selama jadi blogger ini” Kata kakak senior di sekolahku dulu.


Wah, tulisan yel bagus-bagus ya, kakak kepengen nulis juga dong! Ajarinlah buat blognya” Kata kakak di satu kawanan komunitasku.

Kak, aku kepengenlah punya tulisan-tulisan kayak kakak tu. Tulisanku banyak, tapi nggak tahu publish kemana, kapan ajarin aku buat blog?” Kata adek senior di sekolahku dulu.

Keren ya tulisan-tulisan di blognya, ajarinlah aku cara buat blog! Kita barter, aku ajarin bahasa Spanyol, kamu ajarin aku ngeblog”. Kata teman nongkrongku.


Kalau mau jadi blogger ya., buat blognya dulu!


Dan banyak lainnya lagi teman-teman yang memintaku untuk diajarkan blog. Sebenarnya sih aku juga masih belajar, belum mahir-mahir kali lah.

Emang sih dunia blogger semakin eksis di dunia maya. Apalagi sekarang blogger dipercaya sebagai partner bagi beberapa perusahaan untuk mengiklankan produknya melalui tulisan.

Lain lagi saat mendapat berbagai macam undangan, baik itu seminar, traveling, lunching produk, dan lain sebagainya. Yang terpenting tugas seorang blogger ialah menulis.

Blog ini ialah tempat berkeluh kesah tentang pengalaman yang kita rasakan. Kita bebas menulis apa saja disini, sesuai dengan selera dan hoby kita.

Sekarang blogger sudah menjadi profesi sebagian orang, karena dengan hanya duduk manis di rumah kita mendapatkan uang, dan juga diundang di berbagai acara yang kemudian dibayar. 

Hal inilah yang membuat banyak orang ingin menjadi seorang blogger. Tapi semua itu tidak semudah membalik telapak tangan loe, seketika langsung jadi.

Yang harus dilakukan supaya menjadi seorang blogger ialah dengan membuat blog terlebih dahulu. Kemudian konsisten dengan blog tersebut.

Untuk pemula bisa menggunakan blog yang gratisan dulu, mau pakai blogspot atau pun wordpres sama saja. Keduanya bisa digunakan untuk ngeblog, hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam fitur dan templatenya.

Baiklah, jangan terlalu panjang mukadimahnya ya, langsung saja kita lihat tahapan-tahapan membuat blogspot.

Pertama kamu harus mempunyai aku gmail terlebih dahulu.

Bagi yang tidak punya gmail, buat dulu akunnya dengan cara search gmail di google dan pilih create your google account.

Buat Gmail dulu bagi yang belum punya akun gmail.
Bagi yang sudah ada ya, nggak usah.


Kemudian masuk ke https://www.blogger.com/about/?r=1-null_user dan buat blog pilih create your blog.



Tampilan akun buat blog


Setelah itu ikuti prosesnya dan masukkan alamat gmail kamu.

Masukkan alamat email dan paswordnya 


Lalu akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Isi keterangan blog sesuai dengan permintaan

Masukkan judul blog kamu, dan cek ketersediaannya. Jika nama tersebut belum ada yang menggunakannya, jadi kamu bisa menggunakannya. Tapi jika nama tersebut sudah digunakan, maka akan muncul tulisan judul blog sudah pernah digunakan.


Selanjutnya masukkan alamat blog yang kamu inginkan! Cek ketersediaannya.

Sebagai contoh aku buat alamat blognya keudeyellsaints.blogspot.com


Setelah itu tentukan tema yang kamu inginkan. Disini tersedia beberapa tema yang bisa kamu gunakan untuk blogmu. Lalu klik buat blog.

Tema bisa dipilih sesuai dengan seleramu


Jadi deh blognya. Sekarang saatnya kamu mengisinya dengan berbagai tulisan yang menarik.

Tampilan blogger untuk mengisi berbagai macam tulisanmu.

Tampilan blog Keude Yell Saints

Gampangkan!

Oia, perlu diingat ya! Blog ini ibarat rumah, jika kita rawat maka akan banyak tamu yang datang, apalagi jika rumah ini diisi dengan konten yang menarik.

Jadi, jangan sampai setelah kamu buat blog, kamu abaikan begitu saja. Sayangkan rumahnya dihunyi laba-laba atau hantu, eh,, maksudnya blognya gitu.

Update terus blognya ya! Biar banyak tamu dan pengikutnya.

Semua butuh proses, orang yang menikmati proseslah yang akan berhasil karena para blogger terkenal tidak lahir hanya dalam satu malam, tapi butuh waktu untuk mendapatkan semua kesuksessan itu. Yang penting sabar, usaha dan ikhtiar, insyalllah kamu akan menjadi blogger terkenal. 

Amin ya Allah!

Mohon komenternya ya, jika ada masukan atau saran!

Ibuku Pengrajin KASAB

Ibuku yang sedang menjahit kasab

Kasab merupakan kerajinan dari benang emas dengan menggunakan teknik jahit timbul atau couching. Kegunaannya untuk dekorasi pelaminan dalam upacara tradisi seperti pernikahan, sunatan, dan kematian. Bagian-bagian dari kasab ini jika disatukan, dan ditata akan membentuk pelaminan kasab. 
   
Pelaminan Kasab Aneuk Jamee

Pelaminan kasab ini dihasilkan oleh tangang-tangan pengrajin yang trampil menjahit benang kasab di atas kain beludru bewarna merah, kuning, hijau atau biru. 
Melalui tangan pengrajin, keberlangsungan kasab bisa terjaga hingga digunakan sampai detik ini.

Hampir 30 tahun ibu menekuni profesi ini, siang dan malam dihabiskan untuk membuat kasab-kasab yang dipesan orang. Untunglah ada kasab ini yang membantu perekonomian keluraga kami, apalagi dulu pada masa konflik bersenjata Aceh yang mengharuskan Ibu bekerja keras untuk membiayai kehidupan keluarga kami.

Ayah tidak bisa bekerja dikarenakan konflik yang terlalu bahaya bagi seorang laki-laki untuk mencari nafkah di luar rumah. Pernah dulu saat Ayah hendak pergi ke tempat kerjanya, terjebak di tengah kontak senjata antara GAM, dan RI. 

Beruntung ayah  bisa selamat dari hujan senjata, dari kedua belah pihak itu. Ternyata Allah masih memberi umur, dan keselamatan untuk Ayah. 

Pasca konflik yang berakhir dengan perdamaian MoU Helsinki, keadaan ekonomi kami mulai membaik, namun Ibu juga tidak bisa melepaskan profesinya itu. Hal ini dikarenakan sudah banyak pelanggan tetap ibu, yang puas dengan hasil jahitan kasab buatannya. 

Ibu tidak hanya pandai menyulam kasab, tapi beliau juga bisa membilai dan merangkainnya menjadi sebuah pelaminan yang utuh.

Bagian Kasab yang sudah dibilai/dirangkai

Di kampungku tepatnya di Gampong AirSialang Hilir, Kec. Samadua, Kab. Aceh Selatan memang terkenal penghasil jahitan kasab dari pengrajin lokal
Kebanyakan mereka hanya bisa menyulam kasab, kalau untuk membilai dan merangkai menjadi pelaminan yang utuh jarang yang bisa. 

Ibu mempunyai ketiga keahlian tersebut, yaitu menyulam benang emas, membilai dan memasang pelaminan, sehingga pekerjaan ibu sering menumpuk yang membuatku kasihan melihat ibu.

Tak jarang Ibu bergadang untuk menyelesaikan jahitan kasab pesanan orang itu. Dengan menggunakan mesin jahit tua yang sangat dicintai itu, ibu sanggup duduk berjam-jam membilai kasab.

Mesin yang digunakan masih manual, hanya menggunakan tenaga kaki untuk menggoyangkan mesin, supaya bisa berjalan. Beberapa kali aku menyarankan Ibu untuk membeli mesin jahit listrik, tapi Ibu tetap tidak mau dengan alasan menjahit ini sebagai sarana olahraga baginya.

Ibu begitu gigih menekuni setiap pekerjaannya, biasanya pada siang hari ibu menjahit kasab dengan menggunakan tangan. Dan pada malam hari, Ibu membilai kasab yang sudah dijahit menggunakan tangan dengan mesin.

Walaupun demikian, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga juga dilakoni dengan baik. Bahkan makanan yang paling enak menurutku ialah makanan masakan Ibu, apa pun jenisnya itu. Begitu juga dengan Ayah dan saudara-saudaraku, Ibu adalah pahlawan bagi keluarga kami.

Penghasilan yang didapat ibu dalam menjahit kasab, tidaklah seberapa dibandingkan dengan usaha dan kerja kerasnya. Padahal penggunaan jahitan kasab di masyarakat Aneuk Jamee merupakan hal yang paling utama saat melaksanakan upacara adat.

Bayangkan jika tidak ada para pengrajin, penggunaan kasab sebagai adat bisa saja hilang yang tentunya akan menghilangkan sejarah keberadaan suatu daerah tersebut.

Menjahit kasab sudah menjadi mata pencaharian sebagian masyarakat di kampungku, khususnya para perempuan. Mereka menjahit kasab untuk memenuhi kebutuhan konsumen, dan melestarikan kebudayaan kerajinan Aneuk Jamee.


Budaya menjahit kasab sudah menjadi kerajinan turun temurun

Sayangnya sekarang, banyak kendala yang dihadapi oleh pengrajin kasab ini. Terutama dalam penyediaan bahan baku kasab, seperti benang emas. Kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, karena harus diimpor dari daerah lain, membuat para pengrajin berhenti untuk menjahit kasab,

Dan ini juga tentunya berpengaruh bagi perekonomian mereka. Selain itu, mahalnya harga bahan baku, ditambah kurangnya perhatian pemerintah setempat dalam memberdayakan para pengrajin ini, berdampak pada tersendatnya usaha kerajinan kasab sulam benang emas.

Padahal kasab sulam benang emas merupakan salah satu warisan budaya Aneuk Jamee yang harus dilestarikan. Tanpa mereka, hilanglah seni membuat kasab, sehingga akan menghilangkan kebudayaan dari sebuah peradaban.

Motif Kasab Aneuk Jamee yang digunakan di Kamar Pengantin

8 Perlengkapan Bayi Dari Rajutan

Bagi yang sudah punya bayi, pasti ingin perlengkapan bayinya yang unik, menarik, lucu, dan tentunya nyaman dipakai bayi.

Ataupun bagi yang belum punya bayi kadang bingung mencari perlengkapan bayi, sebagai hadiah untuk bayi teman, saudara,, atau untuk hadiah keponakan sendiri.

Memang banyak sih perlengakapan bayi yang dijual di toko, tapi kadang tidak sesuai dengan keinginan. Kebesaranlah, kekecilan, warna yang kurang menarik, bahannya yang keras, dan banyak keluhan lain sebagainya.

Nah, sekarang coba deh perlengkapan bayi dari rajut ini. Selain bahannya yang tergolong lembut, dan nyaman digunakan bayi tanpa mengakibatkan iritasi pada kulit bayi, juga bisa dipesan sesuai keinginan.

Baik itu warna, bentuk, ukuran, dan modelnya sesuai dengan keinginan hati. Berikut 10 perlengkapan bayi dari rajut karya @hanum_craft.

1.    Topi

Perlengkapan bayi pertama ialah penutup kepala. Topi rajutan bisa digunakan untuk mencegah penguapan berlebih pada bayi, karena bayi sangat rentan hipotermi (penurunan suhu tubuh).

Bahan rajutan yang lembut berguna untuk menghangatkan bayi. Apalagi kalau mengunakan topi yang lucu dan imut, makin tambah gemas aja deh!

2.    Bando Bayi

Sebenarnya bando bayi ini tidak ada fungsi khusus, hanya untuk acessories kepala pada bayi perempuan saja. Jika dipasangkan dengan sepatu bisa eye catching banget.

Apa salahnya menggunakan bando untuk mempercantik bayi, apalagi ketika mengabadikannya dalam bentuk photo. Pasti lebih menarik jadinya!

3.    Sarung tangan bayi

Bayi-bayi muda berumur 2 minggu, suka banget ya memain-mainkan tangannya ke wajah. Untung kalau kukunya nggak panjang, tapi kalau panjang bisa bahaya kena wajahnya.

Jadi biasanya ditutup menggunakan sarung tangan bayi. Kita sering melihat saring tangan dari katun ya! Dan terkadang, agak kasar yang membuat merah pada kulit bayi karena adanya gesekan.

Nah, untuk yang lebih lembut, bia menggunakan rajut. Karena bahan dasarnya terbuat dari benag rajut yang rata-rata berbahan dasar lembut.

4.    Cardigan

Biasanya cardigan hanya tersedia untuk orang dewasa, dan terbuat dari bahan katun, atau karet. Yang namanya rajutan bisa disesuaikan ukurannya dong, termasuk untuk bayi. Seperti pilihan cardigan berikut ini.

Cardigan juga bisa digunakan sebagai jaket pada bayi perempuan, jika dilapisi lagi dengan poring. Jadi nggak terkesan kaku saat memakainya.

5.    Rok Baby Girl

Gimana ya kalau bayi menggunakan rok? Pasti lucu banget deh! 

Nah, ini dia rok rajutan yang bisa digunakan untuk bayi cewek. Berapapu usia dan besar anaknya, tinggal request aja. Dan pastinya akan dibuat sesuai dengan ukuran anaknya, jadi jangan takut kebesaran ataupu kekecilan.




6.    Dress Baby Girl

Baju panjang atau gamis untuk bayi bisa juga menjadi bahan pelengkap. Moodelnya bisa disesuaikan dengan selera pemesan.

Semua bisa dibuat dengan menggunakan bahan rajut ini, apapun bentuknya selama ada contoh, ya, kita buat saja.

7.    Jaket Baby Boy

Jaket merupakan bahan yang wajib ada pada bayi, apalagi saat berpergian. Kadang jaket katun yang dijual di pasar, kurang mearik modelnya. Jadi bisa pesan jaket baby boy ini.



8.    Sepatu

Sepatu rajut ini, bisa berfungi sebagai kaus kaki pada bayi karena sifatnya yang lembut, tapi modelnya seperti sepatu.


Bayi-bayi yang belum bisa berjalan, biasanya mengunakan kaus kaki saja. Kalau menggunakan kaus kaki, kan kurang terkesan elegan. Apalagi kalau dibawa ke acara keluarga.

Jika ingin tampilan bayinya lebih kece, gunakanan sepatu rajut untuk bayi ini. Dijamin tidak membuat kaki bayi terasa panas kalau dalam pemakakian dalam waktu yang lama.

Itu dia 8 perlengkapan bayi karya Hanum Craft. Pemesanan bisa dilakukan dengan menghubungi admin blog ini dengan meninggalkan komentar. Atau bisa kepoin aja akun facebook-nya FaridaHanum. Instagram @hanum_craft.